Status Pendakian Gunung Gede Pangrango
Sudah dibuka
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan satu diantara beberapa pengelola wisata pendakian di Indonesia yang sudah menerapkan aturan booking simaksi secara online. Aturan ini sudah mulai diberlakukan secara ketat, maka dari itu para pendaki wajib booking secara online terlebih dahulu sebagai syarat sebelum melakukan pendakian.
Aturan booking online ini berlaku untuk semua jalur pendakian di Kawasan TNGGP, yakni jalur Cibodas, jalur Gunung Gede via Putri, serta Selabintana. Jika sobat ada rencana pendakian ke Gede atau Pangrango, sebaiknya sobat baca dulu informasi tata cara melakukan pendaftaran simaksi Gunung Gede Pangrango berikut ini.
Tampilan Baru Situs Booking Gunung Gede Pangrango
Kabar gembira buat sobat calon pendaki ke Gunung Gede Pangrango. Saat ini situs booking Gunung Gede dan Pangrango sudah berubah dengan tampilan yang lebih fresh dan menarik dari sisi user interface. Selain itu dari sisi user experience lebih mobile friendly dibanding dengan tampilan website sebelumnya.
Selain untuk pendaftaran pendakian, pada tampilan terbaru memiliki pilihan menu sarat informasi yang bagi saya akan sangat bermanfaat buat para pendaki yang akan melakukan aktivitas disana. Misalnya menu peta pendakian, pintu pendakian, info kecelakaan, daftar hitam pendaki (blacklist).
Selain itu juga terdapat menu unduh yang didalamnya terdapat beberapa template surat yang bisa sobat gunakan, antara lain; surat pernyataan pendaki, SOP pemeriksaan kesehatan, surat pernyataan orang tua, dan tata cara bayar.
5 Langkah Booking Online Gunung Gede Pangrango Terbaru
Berikut 5 langkah cara booking simaksi online untuk pendakian di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tapi sebelumnya sobat harus siapkan data-data seluruh anggota tim terlebih dahulu berupa softcopy KTP / SIM / Kartu Pelajar atau identitas pendukung lainnya.
Jika sudah, perhatikan langkah-langkahnya dibawah ini ya!
1. Masuk ke situs resmi Booking TNGGP
Langkah pertama yang harus sobat lakukan adalah mengakses situs pendaftaran pendakian Gunung Gede dan Pangrango di https://booking.gedepangrango.org.
Pada tampilan halaman depan akan muncul informasi berupa sisa kuota pendakian pada tanggal saat sobat akses website, kemudian beberapa informasi lain yang dapat sobat coba explore sendiri di tab menu.
Untuk booking pendakian silahkan pilih pendaftaran pendakian, selanjutnya akan muncul informasi-informasi penting berupa ketentuan pendakian, kewajiban para pendaki, informasi larangan serta sanksinya bagi yang melanggar.
Silahkan dibaca dan klik next sampai muncul kolom centang:
2. Pilih tanggal pendakian sesuai kuota
Langkah kedua dalam proses pendaftaran pendakian Gunung Gede Pangrango adalah memilih tanggal sesuai dengan kuota pendakian gunung yang tersedia.
Sobat harus perhatikan waktu pendakian, pilihan jalur pendakian, serta jumlah kuota yang tersedia pada tanggal yang dikehendaki. Untuk memilih, silahkan klik pada angka kuota sesuai kolom jalur pendakian.
3. Isi form pendakian Gunung Gede Pangrango
Selanjutnya silahkan isi formulir booking online Gunung Gede Pangrango dengan memilih tujuan pendakian, pintu keluar, serta data kontak berupa nomor HP dan email sebagai penerima data tiket nantinya.
Jika mengacu pada form online tersebut, TNGGP hanya mengizinkan pendakian 2 hari 1 malam saja. Namun pendaki diperbolehkan melakukan lintas pendakian yakni naik dan turun di pintu yang berbeda.
4. Isi data ketua dan anggota pendakian
Langkah berikutnya yaitu mengisi biodata lengkap rombongan yang akan melakukan pendakian. Pertama registrasi ketua pendakian terlebih dahulu, kemudian anggota pendakian lainnya.
Jumlah rombongan yang diperbolehkan untuk mendaki minimal sebanyak 3 orang dan maksimal 10 orang dalam satu kali pendaftaran. Jika tidak memenuhi ketentuan tersebut sobat tidak akan bisa melanjutkan booking online pendakian Gunung Gede Pangrango.
Silahkan isi form registrasi ketua dan anggota pendakian. Dimulai dari kewarganegaraan, nomor identitas, nama lengkap, alamat lengkap, serta informasi kontak darurat.
Jika kamu seorang pelajar atau berusia dibawah 17 tahun, silahkan centang pada kolom tulisan berwarna merah. Kemudian isi form sesuai dengan ketentuan khusus tersebut.
Setelah semua data terisi, selanjutnya sobat akan mendapatkan notifikasi pada layar atau ke nomor WhatsApp yang didaftarkan di tahap ketiga tutorial ini. Notifikasi tersebut berupa nomor kode pemesanan. Harap di ingat-ingat nomor tersebut jangan sampai hilang dan lupa.
5. Lakukan Pembayaran
Langkah terakhir nih sob! Jangan lupa lakukan pembayaran. Transfer ke nomor rekening atau virtual account bank milik TNGGP.
Berdasarkan informasi pada website TNGGP (Mei 2024), berikut besaran harga simaksi Gunung Gede dan Pangrango yang dibebankan kepada pendaki:
- Warga Negara Indonesia Rp29.000 (hari kerja) atau Rp34.000 (hari libur)
- Khusus Pelajar/Mahasiswa Rp17.500 (hari kerja) atau Rp20.500 (hari libur)
- Warga Negara Asing Rp320.000 (hari kerja) atau Rp470.000 (hari libur)
Cara Menukarkan Hasil Pendaftaran dengan SIMAKSI
Nah! Setelah proses registrasi sampai dengan validasi selesai, sobat bisa melakukan penukaran bukti booking online dengan SIMAKSI resmi pendakian di TNGGP. Penukaran surat izin pendakian dapat dilakukan maksimal sampai hari-H sebelum pendakian. Adapun syarat pengambilannya sebagai berikut:
- Membawa lembar atau softcopy registrasi (draft validasi)
- Mengisi Surat Pernyataan Standar Pendakian
- Untuk pendaki usia dibawah 17 tahun wajib membawa Surat Pernyataan Orang Tua / Wali.
Penukaran dapat dilakukan di loket yang menjadi tujuan pintu masuk pendakian yang sobat pilih, antara lain di Kantor Resort Cibodas, Kantor Resort Gunung Putri atau di Kantor Resort Selabintana. Proses penukaran dilakukan mulai dari pukul 07:00 WIB s.d pukul 16:00 WIB (Weekday) atau pukul 06:00 WIB s.d 15:00 WIB (Weekend).
Ketentuan umum pendakian Gunung Gede Pangrango
Calon pendaki wajib memenuhi syarat atau ketentuan pendakian ke Gunung Gede Pangrango yang saya rangkum dari situs Balai Besar TNGGP, antara lain:
- Calon pendaki harus dalam kondisi sehat saat melakukan pendakian
- Calon pendaki tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya atau berat misalnya asma, darah tinggi, penyakit jantung atau penyakit lainnya yang butuh pengawasan dokter.
- Melakukan pendaftaran online melalui website dan pembayaran biaya SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) Gunung Gede atau Pangrango
- Setiap calon pendaki harus melakukan pemeriksaan kesehatan pada hari pendakian yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari fasilitas layanan kesehatan resmi.
- Melakukan persiapan dengan membawa perlengkapan pendakian sesuai standar keselamatan yang meliputi sebagai berikut: tenda hiking, tas gunung, matras tidur, sleeping bag, jaket windbreaker atau jaket bulang. Lalu jangan lupa juga membawa sarung tangan, kaus kaki, pakaian khusus pendakian, jas hujan, lampu, senter, peralatan masak dan logistik, obat-obatan pribadi. Dan yang tidak kalah penting, jangan lupa membawa trash bag untuk mengelola sampah yang dihasilkan selama pendakian.
- Calon pendaki wajib mengisi fomulir barang bawaan yang menghasilkan sampah
- Wajib melakukan evakuasi mandiri apabila anggota pendakian menderita sakit sebelum mendapatkan bantuan dari petugas
- Memprioritaskan penanganan bagi wanita yang sedang haid salah satunya dengan segera dibawa turun ketika sudah menderita sakit.
Sekian informasi mengenai tata cara booking pendakian Gunung Gede Pangrango. Silahkan ikuti prosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar pendakian sobat senantiasa aman dan nyaman. Selamat mendaki di Gepang!









kurang inovatif metode pembayarannya
Bisa beli tiket buat sendiri an ga?
Kalo daftar mandiri via website gak bisa, karena batas minimum 3 orang kalo gak salah. Tapi kalo via jasa basecamp lokal sepertinya bs, cuma nanti pendaftarannya digabung dengan tim lain dulu. Naik turunnya nnt dikondisikan mau bareng apa gimana.
Daftar sikmasi offline ga bisa ya?
sekarang udah gak bisa, harus online semua…
kalo menambah anggota baru, setelah selesai daftarin anggota sebelumnya bisa gak
kalo bisa caranya giman
untuk dapat surat keterangan sehat itu bisa periksa disetiap jalur pendakian ?