Kalian setuju gak sih, kalau naik gunung itu emang seru banget? Selain pemandangannya bikin mata seger, pengalaman yang didapat juga gak akan terlupakan.
Tapi, abis naklukin tanjakan dan turunan, biasanya selang sehari atau dua hari kaki dan otot merasa sakit serta pegal-pegal, jalan kaki pun terkadang sulit. Wajar sih, soalnya otot kita udah kerja keras banget selama pendakian.
Tapi tenang, berikut ini ada beberapa cara jitu buat ngilangin kaki pegal setelah mendaki gunung.
Nyeri kaki setelah naik gunung itu hal yang wajar banget, karena selama pendakian, otot-otot kaki kita dipaksa bekerja ekstra keras.
Bayangin aja, kita harus menanjak dan menurun di medan yang seringkali gak rata, berbatu, bahkan curam. Hal ini memberikan tekanan yang besar pada otot kaki, terutama otot betis, paha depan, dan paha belakang.

Selain itu, menggendong tas carrier atau tas ransel yang berat juga menambah beban pada otot dan persendian, sehingga mempercepat timbulnya rasa pegal dan lelah.
Belum lagi kalau kita kurang minum selama pendakian, dehidrasi bisa bikin otot kram dan pegal-pegal. Jadi, kombinasi antara aktivitas fisik yang intens, medan yang berat, beban yang dibawa, dan kurangnya cairan tubuh, semuanya berkontribusi bikin kaki kita terasa pegal dan nyeri setelah menaklukkan gunung.
5 Cara Jitu Ngilangin Nyeri Otot dan Kaki Pegal Setelah Mendaki Gunung
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan buat ngatasin nyeri otot dan kaki pegal sehabis naik gunung:
1. Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup itu penting banget setelah naik gunung, karena badan kita sudah bekerja ekstra keras pasca pendakian, otot-otot jadi tegang. Dengan istirahat yang cukup, badan jadi punya waktu buat pulih dan memperbaiki diri.
Ibaratnya kayak mesin, abis digunakan kerja berat, ya butuh didinginkan dan diistirahatkan dulu biar performanya tetep oke.
Kalo kurang istirahat, badan bisa gampang capek, pegalnya juga susah hilang, dan malah bisa bikin cedera. Jadi, istirahat yang cukup itu kunci biar badan cepet pulih dan kita bisa balik beraktivitas lagi dengan segar.
2. Peregangan dan Pemanasan
Pemanasan dan peregangan (streching) sering disepelekan para pendaki, padahal itu penting banget buat dilakukan sebelum dan sesudah naik gunung biar otot-otot kita siap dan gak kaget.
Kita analogikan lagi tubuh kita sebagai mesin motor, sebelum dipake buat kerja berat, biasanya kan motor dipanasin dulu biar gak mogok. Nah, streching dan pemanasan ini kayak “manasin” otot kita supaya siap tempur menerjang jalur pendakian.
Sebelum naik gunung, lakukan pemanasan supaya bikin otot lebih lentur dan siap menerima beban. Jadi, risiko cedera kayak keseleo atau kram bisa dikurangin.
Sebaliknya, setelah turun dari gunung, gerakan streching bakal bantu ngelemesin otot yang tegang dan mencegah otot jadi kaku. Dengan begitu, pegal dan nyeri otot kaki juga bisa lebih cepet hilang dan badan jadi lebih enak.
3. Kompres Dingin dan Hangat
Kompres dingin dan hangat punya fungsi yang beda, tapi keduanya penting untuk mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan aliran darah setelah naik gunung.
Bungkus es dengan kain kemudian tempelkan pada area yang terdampak setelah 48 jam pertama sehabis mendaki. Sensasi dingin ini bisa membantu mengurangi pembengkakan akibat peradangan serta meredakan nyeri pada otot yang mungkin mengalami cedera ringan.
Fungsi suhu dingin ini kayak “membius” area yang sakit, jadi nyerinya berkurang.
Nah, setelah 48 jam, baru deh giliran gunakan kain yang hangat. Kain hangat berfungsi untuk mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah. Dengan peredaran darah yang lancar, otot kita yang tadinya tegang jadi lebih rileks, dan proses pemulihan juga bisa lebih cepat.
4. Pijat Otot
Selain bisa melancarkan peredaran darah, pijat bisa bantu melemaskan kembali sendi dan otot yang tegang pasca aktivitas mendaki gunung.
Ketika peredaran darah lancar, maka zat gizi dan oksigen bisa lebih mudah sampai ke otot yang butuh pemulihan.
Pijatan juga dipercaya dapat membuang zat-zat sisa metabolisme yang menumpuk di otot yang bisa bikin kaki pegel.
5. Penuhi Hidrasi dan Nutrisi
Pastiin kamu minum air yang cukup selama dan setelah aktivitas mendaki biar gak dehidrasi. Makan makanan bergizi juga penting, terutama yang ada proteinnya, buat bantu benerin otot yang rusak.
Selain konsumsi telur, sayur, dan daging-dagingan, kamu bisa coba minum susu kambing etawa yang terkenal kaya nutrisi penting buat kesehatan otot dan tulang.
Protein di susu kambing etawa bisa bantu benerin jaringan otot yang rusak, sementara kalsium dan mineral juga penting buat jaga kekuatan tulang dan cegah kram otot.
Merk susu kambing etawa terbaik saat ini sudah banyak beredar dan bisa dibeli melalui marketplace yang tersedia di Indonesia.
Berapa Lama Kondisi Nyeri Akan Hilang?
Secara umum, nyeri persendian dan otot setelah mendaki (yang sering disebut Delayed Onset Muscle Soreness/DOMS) biasanya mulai terasa 12-24 jam setelah aktivitas mendaki, kemudian akan mencapai puncaknya antara 24-72 jam, dan berangsur-angsur hilang dalam beberapa hari (biasanya 3-7 hari).

Kapan kita harus khawatir? Meskipun pegal dan nyeri otot setelah mendaki itu umumnya wajar dan akan hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa kondisi yang perlu kamu waspadai dan nggak boleh diabaikan.
Misalnya, kalau nyeri yang kamu rasakan itu parah banget sampai susah bergerak atau mengganggu aktivitas sehari-hari, nah itu perlu diperhatikan. Jangan sampai kamu memaksakan diri dan malah memperparah keadaan.
Selain itu, perhatikan juga apakah nyeri tersebut disertai gejala lain, seperti bengkak yang berlebihan, kulit di area yang sakit jadi merah, atau bahkan sampai demam. Kalau ada gejala-gejala ini, bisa jadi ada cedera yang lebih serius, misalnya keseleo, terkilir, atau bahkan infeksi.
Yang terakhir, kalau nyeri otot kamu nggak kunjung membaik setelah lebih dari seminggu, sebaiknya jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan. Bisa jadi ada masalah lain yang perlu penanganan medis yang tepat.
Intinya, dengarkan tubuhmu dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika memang diperlukan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?
Sekian artikel kali ini sob! Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu kamu memahami lebih lanjut tentang bagaimana cara menangai “sakit badan” pasca aktivitas mendaki ke gunung.



