Kereta Api Bangunkarta merupakan jenis kereta jarak jauh dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani rute Jakarta – Jombang. Nama Bangunkarta merupakan akronim dari Jombang – Madiun – Jakarta, yakni berupa nama-nama kota yang dilalui oleh kereta tersebut.
Artikel kali ini merupakan kisah perjalanan saya ke Yogyakarta dan Bali pada awal bulan puasa tahun yang lalu. Perjalanan traveling “ter-dadakan” yang pernah saya lakukan. Kegiatan traveling ini saya beri tajuk #RamadhanEscape.
Untuk kisah bagian pertama, yang akan saya bahas mengenai kereta Api Bangunkarta. Bagaimana pengalaman menggunakan layanan kelas eksekutif, rute kereta dan sejarah dari kereta api Bangunkarta itu sendiri.
For your information, sob! Sebelum kereta api Bangunkarta beroperasi, kereta jarak jauh yang melayani rute Jombang – Jakarta dulunya bernama Kereta Api Tebuireng yang dioperasikan pada Januari 1985 dengan layanan kelas ekonomi.
KA Tebuireng beberapa kali mengalami perubahan layanan kelas, misalnya pada Desember 1994 Kereta Tebuireng menambah layanan kelas bisnis, kemudian pada Februari 1999, PT KAI meningkatkan layanan dengan menambah kelas eksekutif.
Singkat cerita pada 1 Juli 2001, Kereta Api Tebuireng di-rebranding menjadi Kereta Api Bangunkarta yang melayani kelas eksekutif dan bisnis.
Dulu KA Bangunkarta pernah melayani penumpang untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir (GMR) dan memperpanjang tujuan akhir hingga ke Stasiun Surabaya Gubeng (SUG), layanan tersebut berlaku hingga Maret 2021.
Namun saat ini, titik keberangkatan KA Bangunkarta dimulai dari Stasiun Pasar Senen (PSE), Jakarta Pusat.

Rute Kereta Bangunkarta
Perjalanan kali ini merupakan pengalaman pertama saya menggunakan kereta api jarak jauh, tujuannya menuju ke Kota Yogyakarta. Kenapa memilih KA Bangunkarta? Jujur saya masih belum paham layanan dan fasilitas kereta api jarak jauh milik PT KAI. Yang menjadi perhatian saya ketika memesan kereta adalah jam keberangkatan dan jam kedatangan ke stasiun tujuan.
Dengan berbagai pertimbangan, pada akhirnya saya memilih KA Bangunkarta dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 11:40 WIB dan estimasi kedatangan di Stasiun Yogyakarta (YK) sekitar pukul 19:42 WIB.
Seperti yang sudah saya jelaskan mengenai sejarah singkat Kereta Api Bangunkarta sebelumnya. Rangkaian kereta ini merupakan kereta yang melayani jurusan akhir Stasiun Jombang (JG).
Singkat cerita, ketika hendak berangkat dari Stasiun Senen saya sampai menanyakan berkali-kali kepada petugas untuk memastikan kereta yang saya tumpangi tidak salah, karena pada lambung kereta tertulis Jakarta – Jombang.
Berikut ini rute dan jadwal kereta api Bangunkarta jurusan Jakarta – Jombang terbaru tahun 2025 (KA 162):
| Stasiun | Kedatangan | Keberangkatan |
|---|---|---|
| Pasar Senen | – | 12.25 WIB |
| Jatinegara | 12.35 WIB | 12.37 WIB |
| Cikarang | 13.04 WIB | 13.06 WIB |
| Pegaden Baru | 14.06 WIB | 14.08 WIB |
| Haurgeulis | 14.19 WIB | 14.21 WIB |
| Cirebon | 15.21 WIB | 15.26 WIB |
| Bumiayu | 16.40 WIB | 16.42 WIB |
| Purwokerto | 17.23 WIB | 17.28 WIB |
| Kroya | 17.51 WIB | 17.53 WIB |
| Sumpiuh | 18.04 WIB | 18.06 WIB |
| Karanganyar | 18.26 WIB | 18.28 WIB |
| Kebumen | 18.39 WIB | 18.41 WIB |
| Kutoarjo | 19.04 WIB | 19.07 WIB |
| Yogyakarta | 19.54 WIB | 19.58 WIB |
| Klaten | 20.21 WIB | 20.23 WIB |
| Solo Balapan | 20.47 WIB | 20.52 WIB |
| Sragen | 21.17 WIB | 21.19 WIB |
| Ngawi | 21.53 WIB | 21.55 WIB |
| Magetan | 22.10 WIB | 22.12 WIB |
| Madiun | 22.23 WIB | 22.28 WIB |
| Caruban | 22.43 WIB | 22.45 WIB |
| Nganjuk | 23.10 WIB | 23.13 WIB |
| Kertosono | 23.32 WIB | 23.35 WIB |
| Jombang | 23.50 WIB | – |
Fasilitas Kereta Api Bangunkarta eksekutif
H-2 sebelum perjalanan saya baru melakukan pemesanan tiket Kereta Api Bangunkarta melalui aplikasi Traveloka. Harga tiket yang saya bayar untuk duduk di kelas ini adalah sebesar Rp 475.000 pada saat itu. Selain kelas eksekutif, Kereta Api Bangunkarta juga menyediakan layanan kelas ekonomi.
Secara umum, fasilitas yang tersedia pada kereta api kelas eksekutif terdiri atas pendingin udara disetiap rangkaian kereta, kursi reclining, meja lipat, TV LCD, dan Toilet. Penumpang juga dapat membeli makanan yang disediakan oleh PT KAI.

Ada tiga cara untuk memesan makanan dalam rangkaian kereta. Pertama, menunggu Prama atau Prami datang menawarkan makanan dan minuman yang dibawa dengan trolly (mirip layanan dalam pesawat). Kedua, penumpang bisa membeli langsung ke gerbong restorasi (restoran).
Yang terakhir, penumpang dapat memesan makanan melalui nomor whatsapp yang disediakan. Untuk nomor whatsapp pemesanan, penumpang harus mencari tahu terlebih dahulu dengan bertanya kepada petugas di gerbong kereta. Informasi nomor WA layanan pemesanan makanan biasanya terdapat pula pada selebaran yang ditempel didekat gerbong restorasi.
Baca juga: Cara Menjadi Traveler Cashless di Indonesia Dengan Layanan Digital BRI
Rangkaian Kereta Api Bangunkarta
Rangkaian gerbong kereta dapat berbeda-beda tergantung pada jadwal perjalanan, jenis layanan, dan kebijakan dari masing-masing operator kereta api. Biasanya, rangkaian kereta memiliki gerbong penumpang kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Rangkaian juga dapat mencakup gerbong makanan, gerbong khusus penyandang cacat, gerbong pembangkit tenaga listrik, gerbong bagasi, dan gerbong lokomotif.

Untuk mengetahui urutan dan komposisi rangkaian gerbong Kereta Bangunkarta Jakarta-Jombang secara spesifik, disarankan untuk menghubungi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau operator kereta api terkait untuk informasi yang paling akurat dan mutakhir.
Review & experience naik Kereta Api Bangunkarta
Disclaimer! Review yang saya tulis ini jangan dijadikan patokan yang baku, karena setiap orang memiliki sudut pandang dan experience yang berbeda-beda. Here we go!
1. Berangkat dari Stasiun Pasar Senen
Perjalanan saya menuju Yogyakarta dimulai dari Stasiun Pasar Senen, titik dimana Kereta Api Bangunkarta berangkat dari Kota Jakarta. Saya ingatkan lagi ya sob, meskipun kereta api ini tertulis jurusan Jakarta – Jombang namun Kereta Api Bangunkarta juga berhenti di Stasiun Tugu Yogyakarta, jadi teman-teman tidak perlu khawatir.
PRO TIPS: Jika sobat datang ke Stasiun Pasar Senen menggunakan KRL dari Kota Bogor. Sobat lebih baik turun di Stasiun Juanda lalu dilanjutkan dengan transportasi online menuju ke Pasar Senen. Transit di Stasiun Manggarai kemudian transit lagi di Stasiun Jatinegara bagi saya sangat membuang-buang waktu, soalnya KRL menuju Pasar Senen yang dimulai dari Jatinegara kedatangannya sangat lama.
2. Gerbong eksekutif 4 Kereta Api Bangunkarta
Gerbong eksekutif 4 kereta ini berada hampir paling ujung belakang. Tampilannya seperti gerbong tua yang jendelanya ditutup tirai geser. Untuk fasilitasnya bagaimana? sama dengan kereta api layanan kelas eksekutif pada umumnya. Misalnya ruangan berpendingin udara, terdapat toilet, kursi yang dapat diturunkan atau ditegakkan, terdapat meja lipat dan foot rest.
Tiket kereta ini termasuk yang cukup murah pada saat itu dibanding pilihan gerbong yang lainnya. Seperti kata pepatah “ada harga ada kualitas” gerbong eksekutif 4 yang saya tumpangi rasanya berbeda dengan gerbong eksekutif 3 sampai 1.
Semakin kecil nomor gerbongnya, semakin bagus interior dan fasilitas dalam ruangan. Perbedaan yang paling signifikan ada pada interior yang bersih alias kinclong, serta pendingin udara yang terasa sejuk dibandingkan gerbong eksekutif 4 tempat saya duduk.
3. Makanan di kereta api
Rasa makanan yang ditawarkan di Kereta Api Bangunkarta bagi saya terbilang biasa saja. Meskipun makanan yang saya pesan saya santap habis karena waktu itu sedang dalam suasana buka puasa.
Terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang ditawarkan, beberapa diantaranya adalah nasi box, mie instan, nasi goreng, berbagai macam snack seperti keripik, biskuit, kacang-kacangan. Kemudian ada juga minuman seperti air mineral, teh, kopi dan berbagai jenis minuman ringan lainnya.
4. Ketepatan waktu
Untuk urusan ketepatan waktu, pengalaman yang saya alami pada perjalanan dicerita ini terbilang sangat baik. Kereta Api Bangunkarta waktu beroperasinya tepat sesuai dengan jadwal kereta api yang tertera pada tiket. Kereta berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11:40 WIB dan tiba di Stasiun Yogyakarta sekitar pukul 17:47 WIB.
Tiba di Jogja – Penutup
Setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam akhirnya saya tiba di Kota Yogyakarta. Pengalaman pertama menggunakan kereta api jarak jauh yang cukup menyenangkan.
Terima kasih yang sudah membaca kisah ini dari awal paragraf hingga akhir. Cerita berlanjut di part berikutnya ya sob! Saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman saya menginap di Por Aqui Stay and Dine Yogyakarta dan aktifitas apa saja yang saya lakukan disana.




My partner and I stumbled over here from a different page and thought
I might as werll check things out. I like what I see so now i’m following you.
Look forward to looking ovcer your web page for a second time.