Sejak usia masuk kepala 3 dan belum menikah, momen lebaran selalu jadi momen buat pelarian, gak usah saya jelasin lebih detail kenapanya ya,hehehe…
Saya biasa bilang momen ini sebagai lebaran escape, beberapa tahun lalu pernah lebaran escape ke Por Aqui Stay & Dine di Yogyakarta, pernah ke Bali tapi gak jelas mau kemana, pernah juga camping di Bogor atau cuma diem di kamar sambil nonton film atau bikin konten juga sering.
Intinya saya coba sedikit menghindari interaksi dengan orang-orang saat momen lebaran, supaya motivasi hidup saya gak rusak. Oke cukup curhatnya, hahahaha…
Tahun ini saya punya kesempatan buat staycation di Bobocabin Gunung Mas Puncak, Bogor. Jadi kalau kamu lagi cari referensi buat nginep di sini, saya bakal ceritain pengalaman dari awal sampai akhir. Biar kamu bisa nentuin sendiri, ini tempat worth it atau tidak.
Seperti namanya, Bobocabin yang berada di Bogor ini terletak di kawasan Gunung Mas Puncak, Cisarua.
Alamat lengkapnya ada di Perkebunan Teh Gunung Mas, Jalan Raya Puncak, Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Lokasinya masih satu area dengan Agrowisata Gunung Mas yang cukup terkenal, jadi aksesnya relatif mudah dijangkau.
Dari Jakarta, waktu tempuhnya sekitar 2–3 jam tergantung kondisi lalu lintas. Kalau datang saat weekend atau musim liburan, ya siap-siap ketemu macet dan one-way khas Puncak.
Karena Bobocabin ini berada di dalam kawasan Agrowisata Gunung Mas, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk di pintu gerbang.
Per Maret 2026, tarifnya sebagai berikut:
- WNI Rp15.500 untuk weekday dan Rp20.000 weekend
- WNA Rp20.000 untuk kunjungan weekday & Rp25.000 weekend
- Tiket kendaraan Rp8.000 untuk motor
- Tiket mobil sekitar Rp15.000–Rp35.000 tergantung jenis mobil
Harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya tetap disiapkan uang lebih ya.
Tipe Cabin di Gunung Mas
Sebelum booking, saya sempat cari tahu juga soal tipe cabin yang tersedia di sini.
Di Bobocabin Gunung Mas, setidaknya ada beberapa pilihan tipe, mulai dari standar, deluxe, sampai executive. Perbedaan biasanya ada di ukuran ruang, kapasitas, dan sedikit detail fasilitasnya.

Saat staycation disini saya kebagian tipe deluxe. Dari segi ukuran, tipe ini menurut saya sudah cukup nyaman. Kasurnya menggunakan ukuran king size, yang muat untuk dua orang dewasa, bahkan masih cukup kalau ditambah satu anak.
Jadi kalau datang berdua atau keluarga kecil, tipe ini sudah terasa pas.
Fasilitas Apa Saja yang Didapat Saat Menginap di Bobocabin?
Pas pertama kali masuk ke dalam cabin, saya sempat diem sebentar. Bukan karena bingung, tapi lebih ke… oh, jadi kayak gini ya konsepnya, kamarnya minimalis tapi punya fitur teknologi yang jarang kita temuin di kamar sejenis.
Beberapa fasilitas yang saya dapatkan di Bobocabin:
- Smart window (kaca bisa diatur blur atau clear dari panel)
- Mood lamp yang bisa diubah sesuai suasana
- Bluetooth speaker
- AC (berguna banget kalau lagi terik)
- Kasur king size yang nyaman
- Kamar mandi dengan air panas, lengkap dengan handuk dan amenities seperti sikat gigi, pasta, sabun dan shampo
- Air mineral, teh, kopi, gula, beserta teko listrik
- Balkon untuk duduk-duduk diluar kabin








Ruangannya nggak besar, tapi juga nggak bikin sumpek. Semua kompartemen disusun dengan cukup pas, jadi walaupun compact, tetap nyaman dipakai.
Kasurnya langsung menghadap ke jendela besar. Ini yang langsung jadi spot favorit saya. Tinggal rebahan sambil memandang ke arah langit.
Lampunya bisa diatur sesuai mood. Mau terang, redup, atau hangat, tinggal setting dari panel. Ada juga speaker yang bisa langsung konek ke HP, jadi kalau mau denger musik santai juga enak.
AC sebenarnya ada, tapi jarang saya pakai, AC nyala saat matahari naik saja sekitar jam 10 pagi sampai dengan 1 siang, sisanya saya matikan karena udara di luar sudah cukup bikin dingin.
Untuk urusan kamar mandi terbilang bersih, closet duduknya sudah terdapat built-in bidet.
Secara keseluruhan, fasilitasnya yang ada di dalam cabin terasa cukup dan fungsional, sesuai dengan konsepnya yang simpel.
Kalau Lapar Gimana?
Karena konsepnya cabin di tengah alam, sempat kepikiran, nanti kalau malam lapar harus keluar jauh nggak ya? Tapi ternyata, Bobocabin sudah nyiapin sistem yang cukup praktis.
Di dalam cabin sudah tersedia barcode yang bisa di-scan. Dari situ, kita tinggal pilih menu yang diinginkan, lalu lanjut pembayaran via QR. Setelah itu, makanan akan diantar langsung ke cabin.
Jadi semuanya bisa dilakukan tanpa harus keluar.

Untuk pilihan menunya juga lumayan variatif. Mulai dari snack, minuman ringan, sampai makanan berat tersedia. Bahkan ada juga paket BBQ dan steamboat buat yang mau makan bareng teman atau keluarga.
Harga yang ditawarkan masih cukup masuk akal, dengan paket tertentu di kisaran 100 ribuan.
Kalau mau cari alternatif, di sekitar kawasan Gunung Mas juga ada beberapa tempat makan. Tapi jujur saja, begitu malam dan udara mulai dingin, rasanya mager buat keluar kamar.
Lebih enak tetap di cabin, pesan makanan, lalu tunggu makanan dikirim ke kamar masing-masing. Tapi untuk pemesanan makanan via host Bobocabin Gunung Mas cuma bisa sampai jam 9 malam saja ya.
Rate Menginap di Bobocabin Gunung Mas
Nah, ini mungkin jadi bagian yang paling ditunggu-tunggu. Sebenarnya berapa sih biaya menginap di Bobocabin Gunung Mas untuk 2 hari 1 malam?
Jujur saja, agak sulit menentukan angka pastinya. Soalnya harga di sini cukup dinamis dan berubah-ubah tergantung hari dan momen.

Kalau datang saat weekday, biasanya masih bisa dapat harga di kisaran 700 ribuan. Tapi begitu masuk weekend, harganya bisa langsung naik cukup jauh, mulai dari 1 jutaan sampai 2 jutaan.
Belum lagi kalau booking di peak season atau libur panjang seperti lebaran, harganya bisa lebih tinggi lagi. Jadi memang nggak ada patokan satu angka untuk semua kondisi.
Kalau bisa, usahakan booking dari jauh-jauh hari dan jangan mepet tanggal. Selain pilihan cabin masih banyak, biasanya harganya juga masih lebih masuk akal.
Cara paling aman, langsung cek harga terbaru lewat aplikasi Bobobox. Di sana sudah kelihatan pilihan tanggal beserta rate-nya. Kalau beruntung, kadang ada promo atau kode voucher yang bisa dipakai buat sedikit mengurangi biaya.
Plus Minus Menginap di Bobocabin Gunung Mas

Setelah ngerasain langsung menginap di sini, saya coba rangkum beberapa kelebihan dan kekurangannya biar lebih gampang jadi pertimbangan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Tapi secara keseluruhan, kekurangan yang ada masih bisa ditoleransi, apalagi kalau tujuan utamanya memang untuk cari suasana tenang dan istirahat sejenak.





