Tanggal 25 – 27 Agustus yang lalu saya mengikuti kegiatan sosial bertajuk Teaching and Camping (TNC) yang diselenggarakan oleh Komunitas 1000 Guru Bogor (Sibugo) tepatnya di MI Mahfudiyah 2, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dikutip dari keterangan press release Instagram @1000_guru_bogor pada 03 September 2023, program Teaching & Camping merupakan program perdana yang dilaksanakan oleh 1000 Guru Bogor. Kegiatan ini dikemas untuk relawan agar mendapatkan experience belajar mengajar dan bermain kepada anak – anak sekolah dasar di pedalaman pelosok negeri.
Dalam artikel ini, kita akan sama-sama cari tahu mengenai sejarah Komunitas 1000 Guru. Disamping itu saya juga akan sedikit bercerita mengenai pengalaman selama 3 hari 2 malam menjadi volunteer TNC Sibugo bersama anak – anak muda lainnya dengan latar belakang profesi yang beragam.
Sejarah Komunitas 1000 Guru
1000 guru merupakan komunitas non-formal bidang pendidikan yang didalamnya terdiri dari kaum muda yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di daerah pelosok Indonesia. Komunitas ini dibentuk pada 22 Agustus 2012 oleh Jemi Ngadiono.
Aksi yang diusung komunitas ini berupa kegiatan mengajar sekaligus traveling, istilah bekennya Traveling and Teaching. Para relawan tidak hanya mengeksplorasi dan menikmati keindahan alam di wilayah pedalaman Indonesia. Tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan mengajar dan berbagi pengetahuan dengan anak-anak di daerah terpencil.
Seiring perkembangannya, 1000 guru kini sudah tersebar di 43 regional kota di seluruh Indonesia termasuk salah satunya 1000 Guru Bogor (Sibugo).

Syarat dan Cara Ikut Program 1000 Guru
Kegiatan 1000 guru rutin diadakan setiap tahun. Sobat bisa memilih program pusat atau di daerah-daerah cabang 1000 guru lainnya. Caranya cukup mudah, silahkan kunjungi website travelingandteaching.com atau follow akun Instagram regional 1000 guru yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal.
Pengurus komunitas biasanya akan mengumumkan open rekrutmen untuk setiap kegiatan pada media sosial Instagram atau dapat pula melalui website.
[wptb id=3597]
Wah dikenakan biaya pendaftaran? Ya, benar sekali. Kita perlu memahami konsep awal kegiatan ini yang berupa jalan-jalan sekaligus berbagi ilmu dan donasi kepada anak-anak di pedalaman. Biaya pendaftaran menurut hemat saya akan digunakan untuk mempersiapkan segala akomodasi yang dibutuhkan volunteer dan juga untuk donasi.
Jadwal Kegiatan Traveling and Teaching 1000 Guru Pusat
Berikut jadwal acara 1000 guru terbaru yang dilansir dari halaman resmi travelingandteaching.com:
[wptb id=3619]
Fun Teaching dan Aktifitas Wisata Bareng Sibugo
Tiba saatnya saya menceritakan pengalaman seru menjadi “tenaga pengajar dadakan”…emang eakkk!? Awal mula terpilih menjadi volunteer pada kegiatan ini, saya request minta dijadikan sebagai volunteer dokumentasi. Alhamdulillah panitia mengabulkan.
Jujur saya tidak punya bakat mengajar karena skill alamiah saya hanya rebahan dan otak atik website (harap dimaklum introvert akut). Tapi kekurangan saya tersebut tidak mengurangi keseruan serta antusiasme dalam mengikuti berbagai rangkaian acara. Disamping itu, para volunteer yang lain pun sangat suportif dan menyenangkan ketika diajak kerjasama.
Hari pertama: Keberangkatan menuju MI Mahfudiyah 2
Pada tanggal 25 Agustus 2023, seluruh peserta dan panitia yang terlibat dijadwalkan untuk berkumpul di meeting point Masjid Raya Al-Mi’raj, di Jalan Raya Pajajaran, Bogor.
Sekitar pukul 10 malam kami berangkat menuju ke MI Mahfudiyah 2 menggunakan transportasi yang sudah disediakan oleh panitia. Sekolah tersebut merupakan tempat kami menginap sekaligus sebagai lokasi acara teaching Sibugo esok hari.
[wptb id=3630]
Hari kedua: Fun learning, teaching and giving
Hari kedua merupakan puncak acara kegiatan yang dilaksanakan di MI Mahfudiyah 2. Acara dimulai dengan kegiatan apel pagi yang diikuti oleh seluruh peserta, panitia, kepsek, dan para siswa. Apel pagi dipimpin oleh Kak Dedi, salah satu volunteer yang menjadi tenaga pengajar di kelas 2.

Secara garis besar kegiatan ini fokusnya untuk belajar dan bersenang-senang. Materi yang disampaikanpun tidak berat seperti materi pelajaran dikelas pada umumnya. Mereka diajak bermain, bernyanyi dan diberikan banyak hadiah oleh para volunteer.
Kakak-kakak panitia Sibugo membagi kegiatan teaching kedalam 3 segmen, berikut saya jelaskan dibawah:
1) Zona Merdeka
Sesi pertama zona merdeka yang dilaksanakan di lapangan. Kegiatan ini meliputi salam pembuka, perkenalan pengajar, menyanyi dan ice breaking.

2) Teaching indoor
Selepas bergembira ria di lapangan, adik-adik mulai memasuki ruangan kelasnya masing-masing. Mereka dibagi sesuai dengan tingkat kelasnya, mulai dari kelas 1 dan PAUD hingga kelas 5. Materi yang disampaikan kakak-kakak volunteer temanya mengenai pahlawan.

3) Teaching outdoor
Pada sesi terakhir adik-adik kelas 1 sampai kelas 5 kembali dikumpulkan di lapangan. Selain bermain, mereka juga diajak untuk menampilkan kebolehan pada acara pentas seni. Ada yang bernyanyi, adapula yang menari dengan riang gembira bareng kakak volunteer pendamping kelasnya masing-masing.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada pihak MI Mahfudiyah 2.
After party: Kegiatan santai seluruh volunteer TNC Sibugo
Masih dihari kedua, selepas acara bersama siswa-siswi MI Mahfudiyah 2. Para volunteer dan panitia mengunjungi Kebun Agrowisata Neglasari yang letaknya tidak jauh dari lokasi TNC. Kami melihat-lihat kebun cabai, lalu diberikan pengetahuan mengenai cara menanam cabai yang baik serta pengetahuan mengenai bibit-bibitnya.

Jelang maghrib kami berkemas untuk berpindah tempat ke Villa Joglo Java Neglasari. Lokasi tersebut merupakan sebuah hunian villa yang dilengkapi dengan camp area yang terbuka bagi masyarakat umum. Sesuai rencana, malam kedua kita akan melakukan camping di lokasi tersebut.
Saat malam tiba, suasana semakin hangat ketika sesi api unggun, makrab & intimate sharing dimulai. Beberapa volunteer termasuk saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi inspirasi atau bercerita mengenai kesan serta pengalaman ketika mengikuti kegiatan TNC ini.

Buat saya, kegiatan ini merupakan sebuah pengalaman yang menarik sekaligus berkesan. Saya sangat salut dan merasa terhormat bisa satu tim dengan orang-orang yang masih peduli pendidikan anak-anak di daerah terpencil. Generasi muda yang rela mengorbankan waktu, materi serta tenaga demi mengunjungi sekolah di daerah pedalaman.
Hari ketiga: Berpisah pas lagi akrab-akrabnya
Hari ketiga diisi dengan games yang sudah disiapkan oleh tim Sibugo. Games tersebut diperlombakan khusus untuk para volunteer. Mulai dari estafet sarung, tiup balon, tebak kata, hingga lomba joget balon membuat suasana menjadi semakin akrab.

Jelang penutupan seluruh rangkaian acara TNC, kakak panitia Sibugo memberikan special awards buat 3 orang volunteer yang masuk kedalam kategori ter-ucul, ter-rame dan ter-kalem. Untuk volunteer ter-ucul dimenangkan oleh Kak Diceu Suhartono, volunteer ter-heboh Kak Cinta Asnawi dan kategori terakhir volunteer ter-kalem dipersembahkan kepada Kak Hawalyah. Seru kan?!
Penutup
Ada sedikit rahasia diantara kita berdua. Jadi pada saat diinformasikan lolos menjadi volunteer, saya cukup kaget sampai berkeringet dingin dan terbawa mimpi. Separah itu saya jadi manusia introvert, padahal saat masih sekolah dan kuliah saya sangat aktif ikut organisasi. Huh!
Anyway, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah sukses melaksanakan kegiatan TNC di MI Mahfudiyah 2. Selain pengalaman baru, saya juga dapat teman-teman baru.
Panjang umur orang-orang baik! semoga 1000 Guru Bogor (Sibugo) dibawah komando Kak Ahmad Leman dan kawan-kawan semakin sukses & jaya. Kami tunggu kegiatan-kegiatan menarik lainnya. Wassalam!




