Awalnya saya sama sekali nggak ada niat buat beli matras angin. Waktu itu saya mampir ke store Bigadventure di Kalimalang dengan niat awal cari matras aluminium foil buat kebutuhan pendakian ke Gunung Merbabu via Selo.
Tanpa sengaja saya lihat produk Bigadventure Oro Ombo secara langsung yang sedang dipajang, pikiran saya langsung berubah. Dalam hati sempat mikir, kok ini empuk banget ya. Terus pas dicoba lipat dan dimasukin ke tas, ukurannya juga cukup ringkas. Dari yang awalnya cuma niat cari matras tipis, perhatian saya malah fokus ke satu produk ini.

Akhirnya saya memutuskan buat beli Bigadventure Oro Ombo sekalian sama pompanya. Urusan pompanya nanti bakal saya bahas di artikel lain.
Setelah dipakai ke gunung, so far saya merasa ini salah satu matras angin ternyaman dan paling worth it yang pernah saya beli. Buat gambaran, sebelumnya saya sempat pakai beberapa matras angin lain seperti Klymit Static V2 dan Sierra Design Shadow Mountain (Keduanya sudah rusak)
Di artikel ini saya bakal nulis review penggunaan matras angin Bigadventure Oro Ombo berdasarkan pemakaian langsung di lapangan. Ke depannya, artikel ini juga bakal saya update terus buat lihat sejauh mana ketahanannya setelah dipakai berkali-kali.
Spesifikasi | Keterangan |
Material | Nylon 40D dengan lapisan TPU, terasa ringan tapi cukup solid buat pemakaian outdoor |
Desain permukaan | Pola airflow yang bikin tekanan badan lebih merata dan posisi tidur lebih stabil |
Sistem katup | Dua katup terpisah untuk ngembangin dan ngempesin matras, jadi lebih cepat dan praktis |
Ukuran saat dipakai | Sekitar 193 x 65 cm dengan ketebalan ±12 cm, masih lega buat satu orang dewasa |
Ukuran saat dilipat | Kurang lebih 24 x 13 cm, masih masuk akal buat dibawa di ransel |
Berat | ±760 gram |
Klaim R-Value | 7,2 (isolasi dingin tergolong tinggi) |
Fitur tambahan | Lapisan reflektif di bagian dalam untuk bantu nahan panas tubuh |
Link pembelian |
Secara angka, spesifikasi di atas memang kelihatan menjanjikan. Tapi yang bikin saya yakin, semuanya kerasa kepake di lapangan.
Dari ukuran yang pas, ketebalan yang beneran empuk, sampai isolasi dingin yang terasa beda waktu dipakai di kondisi cuaca dingin dan berangin.
Pengalaman Pertama Pakai Bigadventure Oro Ombo di Merbabu

Akhir tahun kemarin sempat ramai soal Gunung Merbabu yang dilanda angin kencang, bahkan ada yang bilang badai. Di momen itu, saya termasuk salah satu yang tetap nekat berangkat.
Sepanjang jalan menuju area camp, dingin sudah mulai kerasa. Apalagi setelah masuk ketinggian 2.000-an mdpl, anginnya benar-benar menusuk. Badan capek, tangan dingin, dan pikiran cuma pengen cepat sampai tenda lalu rebahan.
Di kondisi kayak gitu, Bigadventure Oro Ombo ini jadi semacam alat recovery yang sangat kepake, kalau kata anak Gen Z “karena emang senyaman itu”.
Begini impresi pertama saya ketika menggunakan Bigadventure Oro Ombo di gunung:
Berasa Lagi Tidur di Springbed
Kesan pertama yang langsung saya rasain, matras angin ini tebalnya beneran niat. Dengan ketebalan sekitar 12 cm, ini jadi matras paling empuk yang pernah saya punya sejauh ini. Rasanya kayak lagi tidur di atas kasur springbed.
Waktu dipakai, badan saya sama sekali nggak nyentuh permukaan tanah. Ukurannya juga pas. Buat gambaran, tinggi badan saya 177 cm dengan berat sekitar 79 kg, dan posisi tidur masih lega tanpa kaki atau bahu keluar matras.
Tanpa Alas, Dingin Gak Tembus Semalaman
Menariknya, saya pakai matras ini tanpa dilapis alas tambahan apa pun. Meskipun begitu, dingin dari lantai tenda nggak tembus.
Sepanjang malam saya terjaga dari dinginnya suhu dingin gunung, sehingga tidurpun nyenyak.
Bunyi Gesekan Masih Wajar
Bantal tiup yang saya pakai barengan juga stay di tempat. Nggak geser ke mana-mana kecuali memang saya pindahin sendiri.
Saat gerak badan, memang ada bunyi gesekan, tapi jauh lebih halus dan nggak berisik dibanding dua matras angin yang pernah saya pakai sebelumnya.
Bangun Tidur Lebih Fresh
Paginya, badan saya bangun tanpa rasa pegal atau sakit leher. Justru terasa lebih fresh, padahal malam sebelumnya kondisi cuaca lagi nggak bersahabat.
Karena kualitas tidur yang baik, perjalanan summit ke puncak pun jadi jauh lebih bertenaga.
Beberapa Catatan yang Perlu Dipertimbangkan

Secara keseluruhan pengalaman saya cukup positif, tapi tetap ada beberapa hal kecil yang menurut saya perlu dipertimbangkan sebelum beli. Bukan deal breaker, tapi penting buat diketahui dari awal.
Bobot Bukan yang Paling Ringan
Dengan berat sekitar 760 gram, buat saya masih aman dibawa naik gunung. Tapi kalau targetnya pendakian ultralight, matras ini mungkin terasa agak berat dibanding opsi lain yang lebih tipis.
Masih Ada Bunyi saat Ganti Posisi Tidur
Kalau sering gerak, ada suara gesekan dari permukaan matras. Tidak berisik dan masih jauh lebih halus dibanding matras angin yang pernah saya pakai sebelumnya, tapi tetap ada.
Harga Bisa Terasa Mahal Buat Pemula
Buat yang baru pertama kali beli matras angin, harganya mungkin bikin mikir. Tapi sejauh pengalaman saya, kenyamanan dan isolasi dinginnya cukup sepadan.
Lebih Nyaman Kalau Pakai Pompa Angin
Matras ini sebenarnya bisa ditiup langsung pakai mulut, tapi karena ketebalannya cukup tinggi, prosesnya lumayan bikin engap. Apalagi kalau kondisi badan sudah capek setelah trekking. Menurut saya, jauh lebih praktis pakai pompa angin yang dijual terpisah.
Soal Kehangatan dan Isolasi Dingin

Salah satu klaim yang bikin saya cukup penasaran dari Bigadventure Oro Ombo ini adalah nilai R-Value 7,2.
Sedikit gambaran, R-Value itu indikator seberapa baik matras menahan perpindahan panas dari tubuh ke tanah. Semakin tinggi angkanya, semakin bagus kemampuan isolasinya.
Di dunia perlengkapan outdoor, nilai di atas 4 aja sebenarnya sudah tergolong hangat. Jadi ketika Oro Ombo mengklaim R-Value 7,2, itu sudah masuk kategori tinggi banget buat matras angin.

Di lapangan, klaim itu cukup kebukti meskipun perlu saya tes lagi di beberapa gunung.
Tes pertama, saya pakai matras ini langsung di lantai tenda tanpa alas tambahan apa pun. Tanah di Merbabu waktu itu dingin dan lembap, tapi dinginnya sama sekali nggak kerasa naik ke badan. Bahkan saat angin lagi kencang dan suhu turun, posisi tidur tetap nyaman.
Yang menarik, di bagian dalam Oro Ombo ada semacam lapisan yang mirip aluminium foil. Lapisan ini kemungkinan besar berfungsi buat memantulkan panas tubuh supaya nggak langsung hilang ke bawah.
Recommended
Worth It Buat Dibawa Pendakian
Rp625.000
Dari pengalaman saya, Bigadventure Oro Ombo ini salah satu matras angin yang layak dibeli kalau kualitas tidur di gunung itu penting buat kamu.




