Bahaya Hipotermia di Gunung, Pendaki Wajib Tahu!

Indra Gumilar

Mengenal hipotermia
Mengenal hipotermia

Hipotermia merupakan salah satu resiko yang menakutkan buat para pendaki. Kamu pasti sering mendengar tragedi meninggalnya pendaki di berbagai gunung yang diakibatkan oleh hipotermia. Kurangnya pengetahuan mengenai kondisi seperti ini menjadi salah satu faktor penyebab adanya korban jiwa.

Nah! buat kamu yang memiliki hobi mendaki, wajib mempelajari dan mencari informasi mengenai hipotermia. Manfaatnya agar kamu bisa antisipasi sedini mungkin ketika kamu atau salah satu anggota tim mengalami gejala tersebut. Karena kondisi ini umumnya sering terjadi di lokasi yang suhunya dingin misalnya saat mendaki ke gunung.

Dilansir dari laman mayoclinic.org, hipotermia adalah kondisi darurat medis yang akan terjadi apabila tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat dihasilkan oleh tubuh itu sendiri. Hal tersebut menyebabkan suhu tubuh turun menjadi sangat rendah.

apa itu hipotermia
pengertian hipotermia

Suhu tubuh normal manusia berada disekitar 37℃ (98,6℉). Sedangkan hipotermia dapat terjadi saat suhu tubuh turun dibawah 35℃ (95 ℉). Pada dasarnya kondisi ini bisa dicegah apabila kita bertindak cepat dan tepat pada saat penanganan.

Kenali gejala hipotermia di gunung

Mendaki ke gunung merupakan salah satu dari beberapa aktifitas yang cukup beresiko terkena hipotermia. Bahaya ini dapat dicegah apabila kita mengetahui gejala tersebut sedini mungkin. Misalnya tindakan apa saja yang harus dilakukan ketika mengalami kedinginan saat di gunung.

Apa saja ciri orang yang terkena hipotermia? berikut ini tanda-tanda peringatan hipotermia yang saya rangkum dari laman Centers for Disease Control and Prevention :

  • Menggigil hebat
  • Kelelahan atau dalam kondisi merasa sangat lelah
  • Mengalami kebingungan
  • Hilang ingatan
  • Penurunan kesadaran
  • Mengantuk
  • Bicara melantur
  • Denyut nadi melemah
  • Tarikan nafas menjadi pendek

Apa yang akan terjadi saat seseorang terkena hipotermia akut? Ketika suhu tubuh turun dibawah normal, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak dapat bekerja dengan baik. Jika tidak diobati, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan total pada jantung, sistem pernapasan, dan akhirnya menyebabkan kematian.

gejala hipotermia di gunung
Gejala Hipotermia

Di Indonesia, gejala-gejala penderita hipotermia kadang masih sering dikaitkan dengan hal yang berbau mistis, contohnya kesurupan. Hal tersebut cukup berbahaya ketika anggota tim pendakian tidak maksimal memberikan pertolongan terhadap penderita hipotermia karena takut akan hal mistis.

Penanganan hipotermia di gunung

Hipotermia merupakan keadaan darurat medis. Jika pada saat pendakian kamu melihat orang lain mengalami salah satu dari tanda-tanda yang sudah dijelaskan sebelumnya, ukur suhu tubuh orang tersebut dengan thermometer. Atau dapat pula dengan menyentuh kulit orang tersebut. Jika suhu dibawah 35° C (95° F) atau kulit terasa sangat dingin, orang tersebut harus mendapatkan bantuan medis dengan segera!

Namun jika kita tidak dapat segera mendapatkan bantuan medis karena berada jauh diatas gunung. Cobalah menghangatkan orang tersebut dengan beberapa cara berikut :

1. Bawa ke shelter atau tenda

Penderita hipotermia di gunung harus dibawa ke dalam area yang cukup tertutup atau teduh untuk melindungi dari suhu dingin dan angin

2. Tanggalkan pakaian basah

Lepaskan semua pakaian basah yang masih dipakai dengan segera. Kemudian ganti dengan pakaian yang kering.

3. Hangatkan tubuh penderita hipotermia

Hangatkan bagian tengah tubuh korban antara lain pada dada, leher, kepala, dan selangkangan menggunakan kain kering, sleeping bag, bisa juga menggunakan thermal blanket atau hand warmer.

4. Kontak skin-to-skin

Untuk menghangatkan korban hipotermia bisa juga dengan cara kontak skin-to-skin dibawah lapisan media kain dan sejenisnya yang longgar, misalnya jaket kering, handuk kering, sleeping bag kering atau pakaian kering. Untuk cara yang ini disarankan kontak skin-to-skin antar sesama jenis kelamin atau dengan pasangannya jika sudah menikah.

5. Beri minuman hangat

Berikan minuman hangat untuk membantu meningkatkan suhu tubuh. Jangan mencoba memberikan minuman apabila orang tersebut tidak sadarkan diri. Selain itu jangan pernah memberikan minuman beralkohol kepada pendaki yang mengalami hipotermia, karena akan sangat berbahaya.

6. Pastikan suhu tubuh meningkat

Setelah suhu tubuh meningkat, jaga agar korban hipotermia tetap kering. Tetap bungkus tubuhnya termasuk kepala dan leher dengan selimut atau sleeping bag yang hangat.

7. Pertolongan medis

Setelah pendaki penderita hipotermia kondisinya membaik, segera evakuasi ke basecamp pendakian, untuk segera mendapatkan penanganan medis.

Penutup

Demikian informasi mengenai hipotermia yang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki. Hipotermia pada saat pendakian ke gunung seharusnya dapat dicegah atau dihindari. Misalnya dengan mempersiapkan fisik sebelum pendakian, membawa peralatan yang safety, membawa kotak medis dll.

Sebagai panduan, teman-teman bisa membaca artikel saya mengenai tips mendaki ke gunung guna menghindari kejadian hipotermia pada saat mendaki.

Referensi: cdc.gov (Prevent Hypothermia & Frostbite), mayoclinic.org (Hypothermia).

Also Read

Bagikan:

Indra Gumilar

Traveler Blogger and Search Engine Optimization Specialist who finds joy in conquering mountains, embarking on solo adventures, and exploring culinary delights.

Tinggalkan komentar


Ads - Before Footer