Survival adalah istilah yang tak lepas dari kisah manusia sejak awal zaman. Dimulai sejak zaman purba, manusia telah mempraktikkan konsep ini untuk tetap bertahan hidup dan berkembang di tengah tantangan alam.
Meskipun zaman telah berubah, konsep survival tetap menjadi aspek fundamental dalam kehidupan manusia. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan “survival” dan mengapa kemampuan ini begitu penting.
“Survival” berasal dari kata “survive” yang berarti bertahan hidup. Secara umum, pengertian survival adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk bertahan hidup di berbagai situasi yang menantang. Hal ini mencakup aspek-aspek seperti mencari makanan, perlindungan dari cuaca ekstrem, mengatasi bahaya, dan mengelola sumber daya dengan bijak.
Penggunaan kata ini memiliki konteks bertahan di alam terbuka atau kemampuan untuk mengatasi kondisi yang mungkin mengancam keselamatan.
Kondisi survival dalam situasi sulit tidak hanya melibatkan fisik dan pengetahuan keterampilan, tetapi juga melibatkan sikap mental yang tepat. Ini berarti bahwa kemampuan untuk berpikir secara kreatif, tenang, dan bijak dalam menghadapi tantangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan saat berhadapan dengan situasi sulit atau darurat.
Teknik survival dari masa ke masa
Meskipun prinsip dasarnya tetap sama, ada perbedaan signifikan mengenai teknik bertahan hidup di zaman purba dan zaman modern, berikut penjelasannya:
Survival dalam konteks prasejarah
Sejarah manusia sejalan dengan kisah panjang tentang survival. Manusia purba harus belajar untuk berburu, memancing, dan mengumpulkan makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mereka juga harus menghadapi bahaya dari hewan buas dan lingkungan alam bebas yang keras.

Selama ribuan tahun, manusia telah mengembangkan berbagai keterampilan dan teknik untuk bertahan hidup, termasuk membuat alat-alat, menemukan obat-obatan alami, dan mengembangkan pengetahuan tentang astronomi untuk navigasi.
Survival dalam kehidupan modern
Meskipun zaman telah berubah, konsep survival tetap relevan dalam kehidupan modern. Manusia mungkin tidak lagi harus berburu untuk makanan setiap hari, tetapi tantangan lain muncul. Ekonomi yang fluktuatif, perubahan iklim, bencana alam, dan situasi darurat lainnya masih menguji kemampuan manusia untuk bertahan hidup.
Kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan mengatasi tantangan menjadi kunci kesuksesan dalam dunia modern.
Ilmu survival sebagai penunjang hobi di alam bebas
Dengan populernya aktifitas wisata minat khusus seperti pendakian atau aktivitas outdoor lainnya, maka materi survival memiliki tempat tersendiri di Indonesia. Contohnya bagi anggota pramuka dan pecinta alam atau bisa juga bagi penggiat hobi di alam yang lainnya.
Bagi penggiat alam atau pendaki, memiliki pengetahuan survival sangat penting. Pengetahuan ini memungkinkan mereka untuk menikmati petualangan di alam dengan lebih aman dan percaya diri. Apalagi ketika menghadapi keadaan darurat, mereka memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di alam terbuka.
Manfaat latihan survival dalam aktifitas outdoor
Dalam ilmu survival terdapat istilah STOP, istilah ini merupakan akronim dari stop, think, observe dan plan. Ketika kita menyadari sedang berada dalam situasi yang memerlukan pertimbangan khusus, langkah pertama adalah berhenti sejenak (stop). Kemudian pikirkan situasi dengan cermat (think), selanjutnya kita harus mengamati kondisi disekitar (observe) sebelum merencakan apa yang akan dilakukan (plan).
Ilmu survival sangat penting dalam kegiatan di alam terbuka karena memberikan sejumlah manfaat yang dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan diri peserta. Berikut adalah beberapa manfaat mempelajari ilmu survival dalam kegiatan alam:
1. Keamanan
Survivor dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi keadaan darurat dan potensi bahaya alam, seperti cuaca ekstrem, kehilangan jalur, atau cedera.
2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan bertahan hidup
Manfaat survival yang kedua adalah meningkatkan keterampilan untuk mempertahankan hidup di alam bebas dalam kondisi darurat. Misalnya kemampuan memanfaatkan benda-benda untuk alat bertahan hidup di alam bebas yang mencakup pembuatan api, mencari sumber makanan dan sumber air, pembuatan bivak. Selain itu para survivor biasanya dibekali pula dengan keterampilan navigasi di alam terbuka.
3. Melatih mental dan fisik
Selain keterampilan fisik, kegiatan survival juga mencakup ketahanan mental. Contohnya kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi takut dan panik, mengambil keputusan dengan nalar dan pikiran yang jernih, serta dapat mengatasi rasa kesepian dan bosan ketika berada pada situasi jungle survival misalnya.
Latihan mental seperti meditasi atau teknik pernapasan juga dapat menjadi bagian dari latihan survival.
4. Memahami lingkungan
Orang yang mengikuti aktivitas survival akan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka akan menyatu dengan alam, memahami tumbuhan, hewan, dan menghargai alam dengan lebih baik. Misalnya dengan tidak merusak alam, tidak membuang sampah sembarangan, mensyukuri nikmat udara bersih yang diberikan dan menjaga kelestarian mata air di alam liar.
Survivor paham segala sesuai yang dibutuhkan manusia pada dasarnya sudah tersedia di alam, maka dari itu sikap survivor seharusnya mencerminkan seseorang yang peka akan kondisi alam.
Macam-macam aktivitas survival di alam untuk bertahan hidup
Berikut adalah beberapa aspek penting yang dapat survivor pelajari ketika melakukan survival kelompok maupun survival individu:
1. Kemampuan membangun tempat berteduh
Pengetahuan tentang cara membangun tempat berteduh yang sederhana dan efektif sangat penting dalam keadaan darurat atau dalam menghadapi cuaca ekstrem. Kemampuan ini mencakup pembuatan tenda darurat, shelter darurat atau bivak dengan bahan-bahan yang tersedia di alam.
2. Mencari dan memurnikan air
Kemampuan lain yang perlu dipelajari adalah bagaimana mencari sumber air yang aman untuk di konsumsi. Pengetahuan tentang teknik penyaringan dan desinfeksi air sangat penting untuk menghindari dehidrasi saat tersesat di hutan.
3. Kemampuan membuat api
Kemampuan untuk membuat api adalah keterampilan kunci dan sangat penting. Api dapat digunakan untuk memasak makanan, menghangatkan diri, memberikan cahaya, dan menjaga agar tetap aman dari hewan buas.
Ada berbagai macam teknik menyalakan api saat kondisi darurat, diantaranya yang terkenal adalah teknik hand drill, bow drill, fire plough. Selain itu juga bisa dengan menggunakan metode elektrik, menggunakan reaksi kimia, pembakaran matahari atau dapat pula dengan teknik menggesekan baja dan batu api.

4. Identifikasi tumbuhan dan hewan
Survivor harus dapat mengidentifikasi tumbuhan dan hewan di alam, terutama yang dapat menjadi sumber makanan atau obat-obatan alami. Namun, mereka juga harus tahu tumbuhan dan hewan yang beracun atau berbahaya jika dikonsumsi.
5. Keahlian navigasi
Pengetahuan tentang cara menggunakan kompas, peta, atau fenomena alam seperti bulan, bintang dan matahari untuk navigasi sangat penting. Hal tersebut dapat membantu menentukan arah atau lokasi agar tidak tersesat dan tetap di jalur yang benar saat menjelajahi alam.
6. P3K (Pertolongan Pertama)
Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada keadaan darurat juga sangat penting, misal terdapat anggota kelompok yang mengalami kecelakaan ketika melakukan aktivitas outdoor. Kita perlu menguasai cara merawat luka, mengatasi luka bakar, memperlakukan gigitan hewan, dan mengatasi situasi darurat medis lainnya.
7. Perlengkapan Darurat
Selain pengetahuan yang sudah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, memiliki perlengkapan darurat sebagai peralatan survival yang sesuai juga menjadi aspek yang penting. Hal ini mencakup peralatan medis, pakaian sesuai cuaca, sumber cahaya, dan alat-alat penting lainnya.
Baca juga: Tahukah Kamu? Porter adalah Profesi yang Memiliki Sejarah Panjang, Begini Penjelasannya!
Penutup
Survival saat ini sudah menjadi sebuah skill yang banyak dipelajari terutama oleh kalangan yang memiliki hobi atau aktivitas di alam terbuka. Pada tingkat sekolah pun saat ini sudah mulai dipelajari mengenai ilmu dalam menghadapi keadaan darurat tersebut, contohnya materi survival pramuka.
Dengan mempelajari dan memahami apa itu survival, diharapkan para survivor dapat menghadapi kondisi yang sulit ketika melakukan aktivitas di hutan atau tempat terpencil. Sehingga dapat meminimalisir resiko-resiko terburuk lainnya yang bisa terjadi kapan saja pada waktu yang tidak terduga.




