Trekking ke Bukit Daolong Sentul via Cibuluh

Indra Gumilar

Papan Puncak Bukit Daolong 800 MDPL
Papan Puncak Bukit Daolong 800 MDPL

Destinasi wisata alam di kawasan Babakan Madang, Sentul dan sekitarnya seakan tidak ada habisnya. Terbaru, sebuah destinasi untuk aktivitas trekking menarik minat saya dan kawan-kawan. Destinasi tersebut bernama Bukit Daolong yang berlokasi di Bojong Koneng, Kec Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Keindahan panorama Bukit Daolong ternyata sangat cantik bila dibandingkan dengan beberapa destinasi trekking sentul lainnya yang sudah pernah saya coba sebelumnya, misalnya Gunung Butik. Selain itu, jalur trekkingnya juga terbilang ramah buat pemula.

Sampai dengan saat ini, cara terbaik untuk menuju ke kawasan wisata alam di Sentul dan sekitarnya yaitu dengan menggunakan transportasi pribadi.

Disana belum ada moda transportasi umum yang memadai yang dapat digunakan untuk berkeliling ke lokasi-lokasi wisata di kawasan tersebut.

Perlu dicatat pula, kendaraan yang dibawa harus dalam keadaan prima ya sob! Kontur jalan di Sentul sangat menanjak dan jalurnya sempit.

Untuk menuju ke Bukit Daolong, sobat dapat menggunakan navigasi Google Maps yang sudah saya tes dan terbukti mengarah ke lokasi tersebut, silahkan tap atau klik pada link berikut ini untuk menggunakannya: Map ke Bukit Daolong.

Pintu masuk menuju jalur pendakian Bukit Daolong via Cibuluh Land
Pintu masuk menuju jalur pendakian Bukit Daolong via Cibuluh Land

Untuk parkiran kendaraan roda dua dan roda empat terbilang luas, namun akses menuju ke parkiran cukup menanjak dan sempit apabila dilalui oleh dua mobil yang berlawanan arah.

Tarif yang dibebankan untuk melakukan aktivitas trekking di Bukit Daolong sebesar Rp10.000,- per orang, ditambah biaya parkir mobil Rp10.000,- (data per bulan Mei 2024).

Gambaran Jalur Pendakian

Mengingat kendaraan yang dibawa saat itu berpenggerak roda depan saja, sedangkan jalan turun ke parkiran mobil cukup curam dan licin, maka kami sepakat untuk parkir diatas, dekat pintu masuk.

Kami memulai perjalanan trekking via Cibuluh diawali dengan menyusuri jalan beton serta jalan makadam. Suasana sejuk dan asri akan menemani langkah kaki para pendaki disepanjang aliran sungai.

Jalur pendakian ini sama dengan jalur menuju ke Gunung Geugeur, jadi sobat jangan heran ketika jelang masuk ke vegetasi hutan dan perkebunan, papan petunjuk yang terlihat hanya Gunung Geugeur.

Papan petunjuk Gunung Geugeur sebelum masuk ke area hutan dan perkebunan
Papan petunjuk Gunung Geugeur sebelum masuk ke area hutan dan perkebunan

Buat saya, jalur ini terbilang mudah dilalui, sehingga cocok untuk pemula maupun anak-anak. Mudah disini dalam artian tidak ada jalur yang membutuhkan tali temali, memanjat, atau yang membutuhkan keahlian khusus untuk melewatinya. Namun rutenya tetap menanjak seperti sedang naik gunung pada umumnya.

Seiring pendakian, sobat akan disuguhkan dengan panorama hutan yang cukup berbeda dari jalur-jalur trekking lainnya di Sentul. Saya merasa jalur ini cukup sejuk, ditambah saat itu cuaca sedang berkabut.

Pemandangan pepohonan tinggi yang tersaji selama mendaki, mengingatkan saya akan pendakian ke gunung-gunung di Jawa Tengah, misalnya di Gunung Slamet via Guci Kompak.

Jalur yang tertutup pepohonan tinggi
Jalur yang tertutup pepohonan tinggi

Trekking ke Bukit Daolong via Cibuluh membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit – 1 jam, tergantung pada kecepatan dan stamina pendaki. Medan jalan yang bervariasi, mulai dari datar hingga menanjak, akan memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung.

Pesona Puncak Bukit Daolong

Setelah melewati perjuangan pendakian, sampailah di puncak Bukit Daolong. Di sini, para pengunjung akan disuguhkan dengan panorama alam yang luar biasa indah.

Jika sedang cerah, pemandangan hamparan perbukitan hijau sangat sedap dipandang. Namun saat kami mendaki kesana, kondisi pendakian sedang diterpa kabut. Hanya tampak sesekali pemandangan pegunungan yang terlihat.

Bersantai di Puncak Bukit Daolong
Bersantai di Puncak Bukit Daolong

Meski demikian, suasana yang berkabut justru membuat suhu udara menjadi sejuk dan syahdu, sebuat fenomena alam yang dirindukan para pendaki seperti saya.

Fasilitas Umum di Puncak

Di puncak Bukit Daolong, terdapat beberapa spot foto menarik yang bisa sobat jadikan latar belakang selfie. Sobat juga bisa bersantai di tempat duduk kayu atau di ayunan, sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

Untuk umat beragama muslim, pihak pengelola juga menyediakan bangunan tempat sholat, lengkap dengan tempat wudhu khusus, serta toilet umum.

Disana juga terdapat shelter berupa warung yang menyajikan makanan ringan atau berat. Jangan lupa mencoba minuman buah markisa asli yang dijajakan disana, rasa asam manis buah markisa sangat segar ditenggorokan.

Shelter Bukit Daolong untuk istirahat
Shelter Bukit Daolong untuk istirahat

Jika sobat membutuhkan makanan prasmanan untuk beberapa orang, kamu juga bisa memesan kepada pengelola Bukit Daolong untuk menyediakan makanan yang bisa disantap saat tiba di puncak. Sobat bisa menghubungi melalui direct message (DM) ke akun Instagram @bukitdaolong_sentul, beberapa hari sebelum memulai pendakian.

Camping di Bukit Daolong

Bagi para pecinta camping, Bukit Daolong juga menyediakan area camping yang luas. Kamu bisa mendirikan tenda dan menikmati malam yang indah di bawah gemerlap bintang.

Untuk tarif camping di Bukit Daolong sebesar Rp25.000 per orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Sobat juga bisa melakukan reservasi area camp ke nomor pengelola di nomor 085921079172.

Nah gimana sob, tunggu apa lagi? Ayo, ajak teman atau keluargamu untuk menjelajahi keindahan Bukit Daolong via Cibuluh!

Ringkasan Singkat

Lokasi:Lembah Cibuluh, Bojong Koneng, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810.
Durasi Trekking:45 menit – 1 jam.
Tingkat Kesulitan:Mudah
Tips:Bawalah air minum yang cukup, makanan ringan, topi, sunscreen, dan obat-obatan pribadi. Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk trekking. Jagalah kebersihan alam dengan tidak membuang sampah sembarangan. Hormati penduduk lokal dan ikuti aturan yang berlaku di area trekking. Selalu berhati-hati saat mendaki dan perhatikan kondisi cuaca. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu merasa kesulitan.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Also Read

Bagikan:

Indra Gumilar

Traveler Blogger and Search Engine Optimization Specialist who finds joy in conquering mountains, embarking on solo adventures, and exploring culinary delights.

Tinggalkan komentar


Ads - Before Footer