Tanggal 13 September 2022, Kebun Raya Bogor kedatangan “tamu” yang istimewa. Penantian panjang itu akhirnya tiba. Untuk pertama kalinya, bunga Rafflesia arnoldii mekar di Kebun Botani terbesar di Asia Tenggara.
Disela-sela hiatus melakukan pendakian ke gunung. Saya menyempatkan diri untuk membuat artikel cerita pejalan ke Kebun Raya Bogor.
Beruntung saya masih sempat melihat bunga Rafflesia arnoldi secara langsung, meski kelopaknya sudah tidak mekar dengan sempurna. Menurut petugas setempat, durasi mekarnya bunga ini sekitar 3 sampai 4 hari saja.
Sebenarnya apa sih yang membuat bunga ini terasa sangat istimewa? Yuk simak hal-hal menarik apa saja dari bunga ini, yang sudah coba saya rangkum dari berbagai sumber.
Sejarah baru di Kebun Raya Bogor
Menurut pengelola, fenomena ini menjadi catatan bersejarah bagi Kebun Raya Bogor. Karena untuk pertama kali di dunia, bunga Rafflesia arnoldii dapat mekar diluar habitat aslinya.

Bunga Rafflesia bukan bunga bangkai
Jangan salah kaprah. Ternyata bunga Rafflesia arnoldii itu tidak sama dengan bunga bangkai, loh! Meski sama-sama mengeluarkan bau tak sedap. Dari jenis dan anatomi, kedua bunga ini memiliki perbedaan yang signifikan.

Dikutip dari laman lipi.go.id, bunga bangkai yang dikenal di Indonesia memiliki nama latin Amorphopallus. Yang paling terkenal Amorphopallus titanium dan Amorphopallus gigas. Bunga bangkai ini termasuk kedalam keluarga talas-talasan.
Sedangkan Rafflesia termasuk parasit yang hidup bergantung kepada inangnya. Tanaman ini dikenal juga dengan nama padma raksasa karena tidak memiliki batang atau daun.
Rafflesia arnoldii termasuk bunga nasional Indonesia
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4/1993, padma raksasa ditetapkan sebagai bunga nasional. Terdapat tiga bunga di Indonesia yang termasuk spesies bunga nasional, antara lain ;
- Puspa bangsa adalah bunga melati putih
- Puspa pesona adalah bunga anggrek bulan
- Serta, puspa langka yang direpresentasikan oleh padma raksasa (Rafflesia arnoldii)

Lambang Kota Bengkulu
Rafflesia termasuk kedalam lambang Kota Bengkulu yang melambangkan keistimewaan alam. Dari catatan sejarah, padma raksasa ini pertama kali ditemukan di Bengkulu pada tahun 1818. Sang penemu bernama Dr. Joseph Arnold dan Sir Thomas Stamford Raffles. Asal usul nama bunga Rafflesia arnoldii berasal dari nama mereka sebagai penemu pertama.

Bunga yang dilindungi ini menjadi endemik di daerah Bengkulu. Rafflesia kerap kali ditemukan mekar di wilayah hutan tropis disana.
Status terancam punah
Habitat tumbuhan yang menjadi inang bunga Rafflesia semakin sulit ditemukan. Salah satu penyebabnya karena terdapat perambahan hutan yang dijadikan area perkebunan. Serta maraknya aksi penebangan liar.
Perlu teman-teman ketahui, bunga Rafflesia hanya bisa hidup pada pohon Tetrastigma. Pohon ini masih satu famili dengan anggur-angguran, dan sering disebut anggur hutan.

Selain itu, butuh waktu sekitar tiga setengah tahun bagi Rafflesia arnoldi untuk dapat mekar dengan sempurna. Faktor cuaca juga dapat mempengaruhi mekar atau tidaknya bunga langka ini.
Kabar baik dari Kebun Raya Bogor
Saat kunjungan ke lokasi tumbuhnya padma raksasa ini. Saya melihat sebuah kerangkeng besi yang tidak terlalu besar yang dipasang didekat bunga yang sudah mekar. Ternyata di dalam kerangkeng tersebut terdapat tunas baru bunga Rafflesia arnoldii.
Diperkirakan tunas tersebut akan tumbuh mekar dalam waktu enam bulan kedepan. Ini merupakan sebuah kabar baik. Para peneliti di Kebun Raya Bogor telah berhasil mengembangbiakan tanaman langka tersebut disana.

Mudah-mudahan pertumbuhan ini terus konsisten. Sehingga kelestarian bunga Rafflesia arlondii akan terus terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya.
Oh ya, untuk melihat bunga langka ini, saya hanya perlu merogoh kocek tiket masuk ke Kebun Raya Bogor saja. Tiket masuk per orang sebesar Rp26.500 saat weekend. Untuk detail informasi lebih lanjut, teman-teman bisa DM @kebunraya_id di Instagram.




