Prau lagi Prau lagi! Gak bosen apa ke Prau terus? Saya sih gak bosen, asli suer!
Gunung ini emang selalu menjadi magnet buat healing yang gak begitu sulit dan jauh untuk digapai. Sudah lebih dari 5 kali saya mendaki ke Prau baik itu lewat jalur Dieng, jalur Wates, atau Patak Banteng.
Cerita pendakian kali ini akan sedikit mengulas perjalanan ke Gunung Prau via Jalur Baru Patak Banteng. Yang spesialnya lagi, saya ditemani oleh Purba Mahendra, teman di kantor yang katanya baru pertama kali naik gunung.
Penasaran kan gimana impresi awal dari kami untuk jalur baru ini? Dibaca sampai akhir ya.
Sebagai seseorang yang sudah lebih dulu merasakan atmosfir pendakian, apalagi ke Prau. Jauh-jauh hari saya sudah memberikan arahan terkait dunia pendakian kepada Mahendra, teman kantor yang saya sebutkan tadi.
Reaksi Mahen, sapaan saya untuk beliau, sangat antusias namun diiringi dengan perasaan yang sedikit grogi. Sangat wajar sih buat pendakian pertama, karena dulu saya pun begitu. Dulu saya sampai gak bisa tidur beberapa hari sebelum pendakian.
Singkat cerita, kami mempersiapkan peralatan dari A-Z dan juga fisik. Untuk urusan fisik, saya sangat yakin Mahen bisa melibas trek Prau dengan baik, karena anak ini masih rajin olahraga di Pusat Kebugaran. Jadi tinggal mentalnya saja yang perlu diyakinkan.
Keberangkatan dari Jakarta
Ke Gunung Prau via Jalur Baru Patak Banteng paling enak diakses dengan menggunakan angkutan bus antar kota antar provinsi.
Salah satu kelebihannya kita bisa istirahat di bus umum selama perjalanan, tanpa harus mengendarai mobil sendiri.
Kami menggunakan moda transportasi bus PO Sinar Jaya dari Terminal Kalideres langsung menuju Terminal Mendolo di Wonosobo.

Untuk akses ke Prau cukup mudah, saya pernah menulis informasi cara menuju ke Gunung Prau, silahkan dibaca karena informasi pada artikel tersebut masih relevan dengan kondisi saat ini.
Harga tiket Bus Sinar Jaya jurusan Terminal Kalideres menuju Terminal Mendolo Wonosobo dan arah sebaliknya Rp175.000 per orang (Pembelian via aplikasi RedBus bulan Mei 2024)
Registrasi Pendakian Prau via Jalur Baru Patak Banteng
Proses registrasi Prau tidaklah sulit, kita tinggal datang ke loket pada saat jam buka, kemudian mengisi beberapa formulir dengan data diri serta melampirkan fotokopi identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Setelah formulir di validasi kita harus membayar biaya registrasi pendakian sebesar Rp30.000 per orang. Ada biaya tambahan Rp10.000 buat kamu yang melakukan pendakian lintas jalur. Jika proses registrasi selesai kita sudah bisa memulai pendakian.
Oh ya, buat kamu yang membawa kendaraan dan memarkirkannya di area basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, kalian akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp10.000 untuk motor, dan Rp25.000 untuk mobil.
Mount Prau Dieng Tour 2 Days 1 Night
Rp748.000
Pendakian ke Gunung Prau selama 2 hari 1 malam. Titik penjemputan di Terminal Mendolo Wonosobo.
Booking di Traveloka
Mulai Pendakian
Demi mempersingkat waktu dan tenaga, dari basecamp kami melanjutkan perjalanan ke Pos 1 Sikut Dewo menggunakan ojek dengan tarif Rp15.000 per orang.
Setelah itu kami melanjutkan trekking dari Sikut Dewo menuju Pos 2 Canggal Walangan yang menghabiskan waktu tempuh sekitar 20 menit. Perjalanan Pos 1 ke Pos 2 lumayan berat karena kaki dan kondisi fisik belum “panas”.
Gimana Hen sejauh ini?, tanya saya kepada Mahendra sesaat tiba di Pos 2. “Sangat terjal sekali ya, gua kira landai jalur baru ini”, ucap Mahen sambil tertawa. Kami pun melanjutkan perjalanan setelah mengambil beberapa foto dan video.

Beberapa meter setelah Pos 2 terdapat jalur percabangan yang menjadi pembeda antara jalur lama dengan jalur baru Patak Banteng.
Jika memilih jalan lurus maka kita akan melalui jalur lama yang terjal, sedangkan jalan ke kanan merupakan jalur baru yang lebih landai.
Gambaran Jalur Baru Patak Banteng
Jika dibandingkan dengan jalur lama, Gunung Prau via Jalur Baru Patak Banteng memang menawarkan trek yang lebih ramah buat berbagai kalangan pendaki, baik yang baru memulai, hingga yang sudah berpengalaman.
Meskipun pada akhirnya mendaki gunung akan tetap menanjak-menanjak juga, tapi percaya deh, jalur baru ini lebih ramah dengkul bila dibandingkan jalur lama. Mahendra saja yang baru pertama kali mendaki bisa jalan ngebut di depan saya.

Ujung jalan pada jalur baru ini nantinya akan sama-sama bertemu di Pos 4 Plawangan jalur lama sebelum Sunrise Camp. Total waktu yang kami tempuh dari Pos 2 sampai ke camp area sekitar ± 3 jam, waktu tersebut sudah termasuk istirahat, foto-foto dan pengambilan beberapa video.
Menurut saya, jalur pijakan di trek baru ini lebih “manusiawi” bila dibandingkan jalur lama. Selain itu banyak area terbuka yang menyuguhkan pemandangan cantik Dataran Tinggi Dieng.
| No | Nama-nama Pos Gunung Prau via Jalur Baru Patak Banteng |
|---|---|
| 1 | Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng |
| 2 | Pos 1 Sikut Dewo |
| 3 | Pos 2 Canggal Walangan |
| 4 | Mata Air |
| 5 | Galaran |
| 6 | Jampangan |
| 7 | Pos 3 Padang Ilalang |
| 8 | Cemara Lumut |
| 9 | Pos 4 Plawangan |
| 10 | Sunrise Camp Patak Banteng |
Satu hal yang paling saya sesali pada pendakian kali itu adalah ketidakmampuan saya mencari jalan ke arah Puncak Gunung Prau, asli! saya bisa selupa itu.
Pada akhirnya, karena trekking dengan penuh keragu-raguan itu gak baik, maka kami memutuskan tidak jadi ke puncak.

Semoga Mahen bisa memaklumi dan gak kapok, kalau bisa mengulang lagi, saya akan mencoba jalur lain, misalnya jalur Gunung Prau via Dieng yang melalui puncak terlebih dahulu sebelum tiba di Sunrise Camp Patak Banteng.
Sekian kisah pendakian kami dalam menjajal trek Gunung Prau via Jalur Baru Patak Banteng. Semoga informasi pada artikel ini bisa menjadi panduan bagi kamu yang sedang merencanakan pendakian ke Prau.




