Beberapa waktu yang lalu sedang hangat diperbincangkan mengenai peningkatan aktivitas vulkanik Kawah Ratu Gunung Salak yang ditandai dengan sering terjadinya gempa di kawasan tersebut. Akibatnya kegiatan trekking menuju Kawah Ratu ditutup untuk sementara.
Saya jadi tergugah untuk membuat artikel mengenai pengalaman dulu trekking ke lokasi wisata alam yang berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tersebut.
Saya akan coba membahas perihal sejarah letusan Gunung Salak, kemudian rute pendakian ke Kawah Ratu, serta berapa biaya tiket masuk yang harus dibayarkan pengunjung. Disimak ya sob!
Loh? Memangnya Salak gunung berapi aktif? Yes! Gunung Salak merupakan gunung berapi aktif Strato tipe A.
Tapi jangan heran ya sob, letak kawah ini tidak berada di puncak seperti gunung-gunung berapi lain pada umumnya, contohnya kawah di Gunung Ciremai, Semeru, atau Gunung Kerinci. Letak Kawah Ratu berada pada lereng selatan tepatnya masih di kaki Gunung Salak itu sendiri.

Dalam catatan sejarah masa lampau, Gunung Salak pernah mengalami beberapa kali erupsi, letusan pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1699.
Tahun 1699
Senin, 5 Januari 1699 – Letusan pertama ini bertepatan dengan bencana gempa bumi dahsyat di dekat Batavia (sekarang Jakarta) yang juga mengguncang Jawa Barat dan Sumatra bagian selatan.
Tahun 1780
Hari dan bulan tidak diketahui – Lokasi letusan berada di Kawah Ratu, dengan skala VEI Max 2 (Volcanic Explosivity Index) artinya kejadian erupsi tersebut mengeluarkan material hasil erupsi sebanyak 1-5 kilometer kubik.
Tahun 1902-1903
Hari dan bulan tidak diketahui – Lokasi letusan di Kawah Ratu dengan tipe letusan freatik dan skala VEI 2. Letusan freatik biasanya disebabkan kontak antara air dengan magma yang menyebabkan keluarnya material debu vulkanik.
Tahun 1919
Hari dan bulan tidak diketahui – Letusan berikutnya yang tercatat dalam sejarah terjadi pada tahun 1919. Letusan pada tahun ini juga berupa erupsi freatik dan memiliki skala VEI 2. Lokasi letusan di Kawah Ratu Gunung Salak.
Tahun 1935
Februari 1935 – Letusan pada tahun ini terjadi di komplek Kawah Cikuluwung Putri Gunung Salak. Tipe erupsi berupa letusan freatik yang mengeluarkan debu vulkanik dengan skala VEI 2.
Tahun 1938
Senin, 31 Januari 1938 – Letusan Gunung Salak terakhir yang tercatat dalam sejarah terjadi pada hari Senin, 31 Januari 1938. Letusan ini terjadi di Kawah Cikuluwung Putri dengan tipe erupsi freatik skala VEI 2 dan mengeluarkan material debu vulkanik.
Daya Tarik Wisata Kawah Ratu Gunung Salak

Kawah ratu merupakan salah satu kawah yang lokasinya berada di sisi lereng selatan Gunung Salak. Kawah yang terbentuk dari bekas letusan freatik yang terjadi ratusan tahun silam tersebut memiliki luas sekitar 2 hektare dan berada pada ketinggian 1.338 mdpl.
Kawah Ratu menjadi destinasi favorit bagi pendaki atau pecinta aktivitas outdoor di wilayah Bogor dan sekitarnya. Jalurnya yang terbilang landai sering dijadikan ajang pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi.
Selain itu, Kawah Ratu juga memiliki daya tarik dari fenomena alam dan keindahan sungai berwarna biru yang mengalir ke Sungai Cikuluwung. Kamu bisa melihat aktivitas vulkanik dan ciri-ciri geologi di sekitar kawah. Pengalaman tersebut sangat menarik apalagi jika sobat memiliki ketertarikan terhadap sains dan geologi.
Rute dan Estimasi Waktu Pendakian
Terdapat dua jalur pendakian ke Kawah Ratu yang sering digunakan, yaitu melalui Cidahu Kabupaten Sukabumi dan bisa juga melalui Gunung Bunder Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Kedua jalur tersebut juga merupakan jalur pendakian yang biasa digunakan oleh para pendaki menuju ke Puncak Gunung Salak 1.
| Rute Pendakian | Alamat | Lama Trekking |
|---|---|---|
| Kawah Ratu via Pasir Reungit | Jln Gunung Bunder, Gn Picung, Kec Pamijahan, Kab Bogor, 16810 | ± 3 Jam |
| Kawah Ratu via Javana Spa | Kecamatan Cidahu, Kab Sukabumi, Jawa Barat | ± 2,5 Jam |
1. Lewat Pasir Reungit Bogor
Pos pendaftaran terletak di Jln Gunung Bunder, Pamijahan, Bogor, itu loh! kawasan wisata di kaki Gunung Salak yang terkenal karena banyaknya lokasi rekreasi air terjun dan camping ground.
Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki ke Kawah Ratu via Pasir Reungit kurang lebih sekitar 3 jam saja.
Baca juga: Telaga Batu Bogor – Lokasi Camping Yang Lagi Hits!
Jalur ini menyuguhkan kontur jalan yang naik turun tapi tidak terlalu terjal. Sebelum sampai di area kawah, sobat akan melalui 3 pos terlebih dahulu.
Gambaran treknya berupa jalan setapak berbatu, tanah, lumpur dan melewati sungai-sungai kecil. Persiapkan alas kaki yang memadai karena kamu akan sedikit basah-basahan selama perjalanan.
2. Lewat Javana Spa Cidahu Sukabumi
Buat kamu yang berasal dari Sukabumi dan sekitarnya, jalur Cidahu merupakan pilihan yang terbaik. Jalur ini sama dengan jalur pendakian Salak 1, bedanya nanti pada saat tiba di Pos Simpang Bajuri sobat ambil arah kiri menuju ke kawah atau bisa dengan mengikuti papan petunjuk yang tersedia.
Dari jalur Javana Spa menuju kawah menempuh waktu sekitar 2,5 jam. Jalur ini menyuguhkan kontur jalan berupa tanah yang naik turun, bebatuan, dan sesekali melewati sungai kecil. Sepanjang jalur juga lebih banyak area terbuka serta tidak terlalu banyak tertutup pohon-pohon besar seperti pada jalur pendakian di Bogor.
Harga Tiket Masuk Kawah Ratu Bogor
Berhubung pengamalan trekkingnya di Bogor, jadi saya akan share harga tiket dan biaya-biaya yang saya keluarkan via Jalur Pasir Reungit.
Loket dibuka maksimal sampai dengan jam 11 pagi, lewat dari itu pengunjung sudah tidak diperkenankan naik ke kawah. Tiket trekking ke kawah yang dibebankan kepada pengunjung sebesar Rp15.000 per orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu).
Jumlah anggota rombongan trekking ke Kawah Ratu Gunung Salak yang diperbolehkan sebanyak minimal 3 orang dengan ketentuan salah satu dari 3 orang tersebut sudah pernah berkunjung, atau minimal 5 orang apabila kelimanya belum pernah berkunjung.
Dibawah jumlah tersebut pengunjung wajib menggunakan guide dengan biaya dikisaran Rp150.000.
| Nama Biaya | Harga (Rp) |
|---|---|
| Tiket masuk Kawasan TNGHS | Rp25.000 per satu orang satu motor |
| Tiket masuk Kawah Ratu | Rp15.000 per orang |
| Biaya parkir motor | Rp10.000 per kendaraan |
Update harga terbaru: Pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menerapkan aturan baru mengenai harga tiket masuk ke Kawasan TNGHS termasuk trekking ke Kawah Ratu. Per tanggal 1 April 2025, seluruh masyarakat yang ingin melakukan trekking ke Kawah Ratu harus melakukan pendaftaran melalui website monalisahalimunsalak.com.
Informasi Tambahan Seputar Lokasi Wisata Kawah Ratu
Dahulu sekali, para pengunjung masih diperbolehkan camping di dekat area kawah. Namun, sejak tragedi Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) pada tahun 2007 silam yang mengakibatkan meninggalnya 6 siswa SMPN 67 Jakarta. Saya tidak pernah lagi melihat pengunjung yang camping di sekitar Kawah Ratu.
Sebaiknya kegiatan perkemahan di dekat area kawah dihindari karena cukup beresiko. Gas beracun dapat muncul sewaktu-waktu yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, hewan liar seperti babi hutan masih sering dapat ditemui.

Berkunjung ke kawah juga tidak disarankan saat cuaca buruk atau hujan lebat karena memiliki resiko meluapnya aliran sungai yang dilewati ketika trekking. Ditambah lagi, hujan lebat dapat memicu aktivitas kawah yang bisa mengeluarkan gas beracun atau erupsi freatik.





Kalau parkir mobil berapa duit? Dan kalau masuk nya berapa