Jelajah Kuliner Betawi di Condet

Indra Gumilar

Tim Jelajah Rasa Kuliner Betawi
Tim Jelajah Rasa Kuliner Betawi

Awal bulan yang lalu, tepatnya tanggal 1 Oktober 2022. Saya mengikuti acara walking tour yang diinisiasi oleh konten kreator @ijoeel serta didukung oleh blibli.com sahabat perjalanan mu. Tajuk event hari itu bernama “Jelajah Rasa Betawi” yakni berupa kegiatan eksplorasi kuliner betawi di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Rute eksplorasi kuliner betawi yang kami lakukan berada di wilayah Condet, Jakarta Timur. Awalnya seluruh peserta berkumpul di meeting point Mall PGC. Sekitar pukul 08:30 WIB kami mulai berangkat menuju ke Padepokan Ciliwung Condet (Bang Lantur) dengan menggunakan JakLingko. Walking tour dimulai dari padepokan tersebut.

Padepokan Ciliwung Condet Bang Lantur
Padepokan Bang Lantur Condet

Ngomong-ngomong tentang JakLingko. Ini kali pertama saya menggunakan moda transportasi angkot di Jakarta. Yang membuat saya kaget, ternyata cara pembayarannya menggunakan kartu elektronik seperti Flazz, e-Money, Brizzi dan JakCard.

Penumpang tinggal tap saja pada mesin reader yang sudah tersedia di setiap angkot JakLingko. Kerennya lagi, tarifnya gratis loh! tidak ada saldo yang terpotong dari kartu elektronik milikmu, mantap kan?

Mencicipi kuliner betawi di Condet

Seperti yang sudah saya sebutkan diawal artikel, konsep acara berupa walking tour atau blusukan. Buat yang mau ikutan acara seperti ini dikemudian hari, harus siap-siap capek.

Tapi bagi saya, acara Jelajah Rasa Betawi terbilang seru. Aktifitas jalan kaki juga bagus buat kesehatan.

Oke, kita mulai cerita blusukannya. Kira-kira kuliner apa saja yang saya dan peserta lain temukan saat itu?

Berikut daftar kuliner khas betawi yang kami cicipi di Condet.

1. Tape uli betawi

Saya baru tahu jika kudapan ini berasal dari Betawi. Tape uli biasanya dijadikan santapan saat lebaran tiba. Sebagai orang Jawa Barat, saya mengenal makanan ini dengan sebutan ulen.

Di kampung halaman biasanya uli atau ulen di goreng terlebih dahulu, cara memakannya dicocol dengan sambal terasi atau sambal kacang.

Bahan utama untuk membuat tape uli betawi terdiri dari beras ketan hitam untuk membuat tape. Serta beras ketan putih sebagai bahan uli atau tetel ketan. Proses pengolahannya pun terbilang gampang-gampang susah.

workshop cara membuat tape uli khas betawi
Workshop pembuatan tape uli betawi

Ada semacam mitos atau pantangan ketika membuat tape uli loh! Mitos yang sudah turun temurun tersebut sangat rasional jika ditelaah dengan seksama. Salah satunya, pantangan bagi wanita yang sedang haid untuk membuat tape.

Mitos tersebut menjelaskan bahwa proses fermentasi tape tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid. Jika tetap dilakukan, maka tape akan berubah warna menjadi merah.

Kalau yang saya tangkap sih, intinya untuk membuat tape kita harus dalam keadaan “bersih”. Proses fermentasi yang baik dimulai dari proses pengolahan yang bersih dan higienis.

2. Bir pletok legendaris

Pada zaman dahulu, masyarakat Betawi sering melihat para penjajah kolonial Belanda meminum minuman keras berupa wine (anggur merah) khususnya ketika dalam perayaan-perayaan besar.

Berdasarkan kepercayaan umat muslim, meminum alkohol itu haram hukumnya. Atas dasar itu masyarakat Betawi bereksperimen membuat minuman yang secara rupa mirip dengan anggur merah namun halal.

Bahan baku bir pletok terdiri dari kayu secang, kapulaga, pala, cengkeh, daun serai, daun pandan, cabai jawa, kayu manis, jahe, serta gula. Dengan membaca bahan-bahannya saja, minuman ini dapat dipastikan kaya akan khasiat.

Bahan baku bir pletok
Bahan baku bir pletok

Ada beberapa versi asal usul nama bir pletok yang kita kenal sampai saat ini. Salah satunya menjelaskan bahwa penamaan “Bir” berasal dari bahasa arab Bi’run yang memiliki arti sumber mata air. Sedangkan nama “Pletok” berdasarkan proses penyajiannya. Bir pletok dibuat dengan cara dimasukan kedalam teko lalu dikocok yang menimbulkan bunyi pletok.

Oh ya, buat yang mau coba bir pletok, teman-teman bisa coba order secara online melalui akun Instagram @birpletok.pecimerah.

Bir Pletok Peci Merah
Jl. Eretan 2 No.101, RT 02/01, Condet – Balekambang

3. Emping condet

Kudapan emping mungkin sudah tidak asing ditelinga. Emping condet pernah booming pada era 80-an. Saat itu, kios penjual emping condet dan makanan ringan berjejer di Jalan Condet Raya, Jakarta Timur. Maka tak heran emping condet cukup tersohor di Jakarta dan sekitarnya.

Proses pembuatan emping condet
Proses pembuatan emping condet (cr : @ijoeel)

Lain dulu lain sekarang. Saat ini penjual emping condet sudah semakin sedikit. Salah satu penyebabnya karena pohon-pohon melinjo yang biasanya ditanam di pekarangan rumah warga banyak yang habis beralih fungsi menjadi bangunan dan lain-lain.

Menurut pembuat emping condet yang kami temui saat itu. Bahan baku melinjo harus berasal dari condet. Selain itu, melinjo yang dipilih harus dalam keadaan benar-benar matang berwarna merah.

4. Asinan betawi

Kuliner yang satu ini menjadi bagian paling favorit dari kegiatan eksplorasi kuliner betawi. Saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba asinan khas betawi yang rasanya gurih, segar dan sedikit pedas.

Bahan-bahan utama yang diperlukan untuk membuat asinan betawi adalah sayur kol, taoge, daun selada, mentimun, tahu kuning serta mie kuning.

Bahan-bahan tersebut disiram dengan kuah asam segar dan bumbu kacang halus. Asinan betawi disajikan bersama kerupuk serta kacang tanah goreng.

Oleh-oleh asinan betawi
Oleh-oleh asinan betawi

5. Es selendang mayang

Di siang hari bolong, saat matahari sedang panas-panasnya. Tiba-tiba saja penjual es selendang mayang lewat di tempat kami beristirahat. Kebetulan pula kami belum makan siang. Kami baru akan bergerak menuju ke lokasi makan siang saat itu.

Banyak teman-teman yang membeli jajanan jadul khas betawi tersebut. Selain untuk menghilangkan dahaga, es selendang mayang bermanfaat untuk mengurangi rasa lapar karena mengandung karbohidrat.

Es selendang mayang memiliki rasa yang manis, segar, dan rasa gurih yang berasal dari santan kelapa. Keunikan kuliner ini terdapat pada kue berlapis tiga yang berwarna merah, putih dan hijau. Kue isian selendang mayang tersebut terbuat dari tepung sagu aren dan tepung beras yang diolah dengan berbagai macam bahan baku lainnya.

Jajanan es selendang mayang
Es selendang mayang – @frie_jee from Instagram

Selain di Condet, penjual es ini juga sering terlihat di Kawasan Kota Tua, Jakarta.

6. Salak condet

Rute terakhir jelajah kuliner betawi. Kami berjalan menuju ke Jalan Kayu Manis Balekambang, tepatnya ke lokasi Cagar Buah Condet. Lokasi ini merupakan satu-satunya kawasan yang memiliki kebun salak condet. Luas area tersebut sekitar 3,7 hektare.

Dari namanya, sudah bisa ditebak jika salak condet berasal dari daerah Condet. Ciri-ciri umum buah ini dapat dilihat dari ukurannya yang besar, memiliki kulit yang tipis, memiliki aroma yang wangi. Rasa buah salak ini manis berair, asam segar dan sepat.

Kebun salak condet
Kebun salak condet (pict by @sahabatperjalananmu)

Teman-teman sudah tahu belum kalau salak condet itu termasuk kedalam maskot Jakarta? Maskot Kota Jakarta bukanlah Monumen Nasional (Monas) yang sudah banyak dikenal masyarakat luas. Elang bondol dan salak condet merupakan maskot Ibu Kota yang sesungguhnya.

Jika teman-teman yang berada di Jakarta sering naik Transjakarta. Logo elang bondol dan salak condet pernah digunakan oleh PT TransJakarta loh guys.

Penutup

Acara seperti ini buat saya sangat positif sekali untuk mengenalkan warisan budaya serta jejak kuliner khas betawi. Jelajah rasa betawi secara tidak langsung membantu melestarikan kuliner daerah betawi yang sudah mulai terlupakan oleh generasi-generasi muda.

Semoga acara ini masih bisa dilaksanakan kedepannya sehingga banyak yang mengenal dan menyukai kuliner betawi. Dengan menyukai kuliner betawi berarti kita ikut membantu juga melestarikan warisan budaya betawi.

Jika teman-teman tertarik untuk mengikuti acara seperti ini, jangan lupa follow Instagram @sahabatperjalananmu supaya tidak ketinggalan informasi. Event ini kuota pesertanya terbatas.

Also Read

Bagikan:

Indra Gumilar

Traveler Blogger and Search Engine Optimization Specialist who finds joy in conquering mountains, embarking on solo adventures, and exploring culinary delights.

Tinggalkan komentar


Ads - Before Footer