Tren mendaki gunung saat ini sudah mulai berkembang sangat pesat, siapa saja bisa mendaki ke gunung, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, asal mempunyai kesiapan fisik, mental dan materi, gunung sudah bukan menjadi tempat yang sakral untuk dikunjungi.
Mendaki ke gunung banyak sekali manfaatnya apalagi untuk kebugaran, selain menyehatkan anggota tubuh, mendaki gunung juga baik untuk kesehatan mental. Pemandangan indah diatas gunung, dapat menjadi salah satu cara untuk healing disaat pikiran sedang mumet, atau sedang jenuh dengan aktifitas di perkotaan.
Jika kamu merupakan individu yang sedang mencoba mendaki ke gunung untuk pertama kalinya, sebaiknya baca dulu tips berikut ini. Apa saja yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan sebelum mendaki gunung untuk pertama kali.
1. Persiapkan mental sebelum mendaki ke gunung

Persiapan mental merupakan satu dari beberapa rangkaian yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.
Yang perlu sobat pahami, mendaki ke gunung itu merupakan aktifitas yang sangat berat dan beresiko, selain fisik mental juga akan benar-benar digenjot.
Kadang ada orang yang secara fisik tampak kuat namun secara mental sangat lemah, sehingga terlalu banyak mengeluh, sampai akhirnya menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan.
2. Persiapan fisik

Setelah mental sudah siap untuk memulai pendakian ke gunung, selanjutnya yang wajib dan penting untuk dipersiapkan adalah fisik. Salah satu faktor yang membuat pendakian terasa menyenangkan dan berkesan adalah ketika kondisi fisik dalam keadaan yang prima.
Persiapan fisik yang paling mudah yakni dengan cara melakukan jogging atau lari, kegiatan ini dapat dimulai 1 atau 2 bulan sebelum pendakian dan harus rutin dilakukan minimal seminggu sekali, kuncinya adalah konsisten.
3. Cari teman pendaki yang berpengalaman

Teman pendakian adalah orang yang akan sama-sama berjuang sampai ke tujuan yang sama, yakni pulang ke rumah dengan selamat.
Untuk pendakian pertama kali, disarankan ikut atau mengajak teman yang sudah berpengalaman mendaki. Pengalaman mereka akan sangat bermanfaat untuk dipelajari.
Dengan adanya teman yang berpengalaman dalam tim, kita akan sedikit merasa aman dan nyaman.
Apabila tidak ada teman yang bisa diajak untuk mendaki, kita bisa memilih opsi lain, yakni mendaftar private trip atau open trip.
Salah satu kelebihan mendaki gunung yang dipandu oleh trip operator antara lain, fasilitas yang mereka tawarkan dapat mengurangi beban bawaan pendaki, misalnya tenda dan logistik yang sudah disediakan.
Sebelum menentukan jasa mana yang akan digunakan, kita juga harus teliti melihat rekam jejak serta detail fasilitas lainnya yang akan menunjang kenyamanan pendakian. Sekarang ini banyak sekali trip operator bermunculan yang kadang membuat bingung mana yang terbaik buat pendaki.
Berikut ini beberapa rekomendasi trip operator yang bisa kamu pertimbangkan, mereka sudah terbukti berpengalaman membuka trip pendakian ke berbagai gunung.
Trip operator yang dimaksud adalah @ogie_travel, @sheltergarut, dan @tigadewaadventureindonesia (profil mereka dapat dicari di sosial media Instagram).
4. Siapkan peralatan mendaki gunung

Peralatan pendakian yang baik harus memenuhi standar keamanan bagi penggunanya.
Berikut ini contoh peralatan lengkap mendaki yang harus dibawa, serta tips atau trik dalam menyiapkan peralatan tersebut supaya lebih teratur dan tidak ada yang tertinggal untuk dibawa mendaki.
Pertama-tama, buat catatan dan kelompokan peralatan yang akan dibawa, misalnya kelompok pakaian untuk trekking, pakaian hangat, peralatan masak dan makan, peralatan untuk camp, logistik, obat-obatan, dan lain-lain.
Kemudian, kumpulkan disuatu tempat dan checklist pada tabel apabila peralatan tersebut sudah ada dan siap di-packing.

5. Cek prakiraan cuaca
Cuaca terbaik saat mendaki gunung adalah dimusim panas atau dimusim saat curah hujan sedang sedikit. Pada cuaca seperti itu biasanya kondisi di gunung sedang cerah, tidak banyak kabut yang menghalangi pemandangan.
Menyaksikan sunset atau sunrise di gunung akan lebih sempurna ketika cuaca sedang cerah.

Sebaiknya hindari mendaki saat musim hujan, resiko pendakian saat musim hujan akan jauh lebih besar dibanding saat kondisi cerah.
Berikut resiko-resiko yang bisa ditemukan ketika mendaki saat musim hujan:
- Pertama, trek pendakian akan licin dan berbahaya.
- Kedua, resiko hujan petir dan angin kencang.
- Ketiga, resiko kabut tebal yang dapat memperpendek jarak pandang serta resiko tersesat dibalik kabut.
- Yang terakhir, cuaca basah dapat memperbesar resiko pendaki terkena hipotermia.
Penutup
Sekian panduan mendaki gunung yang bisa kamu terapkan, semoga pendakian yang akan sobat lakukan senantiasa aman dan menyenangkan.
Sebagai referensi tambahan mengenai gunung-gunung yang cocok bagi pemula, kamu bisa baca artikel saya yang lain mengenai pendakian ke Gunung Prau via Dieng, Gunung Prau via Jalur Baru Patak Banteng, Gunung Prau via Wates, atau pendakian Gunung Bismo via Sikunang.





Leuk bericht, ik heb het gedeeld met mijn vrienden.
Hi! Do you use Twitter? I’d like to follow
you if that would bee ok. I’m absolutly enjoying your
blog and look forward to new posts.