Update penting: Per tanggal 1 April 2025, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menerapkan aturan baru yakni pendaftaran pendakian Gunung Salak wajib melalui aplikasi atau website monalisahalimunsalak.com. Aturan ini juga berlaku untuk pendakian Gunung Salak via Ajisaka.
Cerita kali ini merupakan kisah perjalanan saya ke Gunung Salak via Ajisaka. Berbeda dengan Salak 1 via Cidahu, via jalur Cimelati atau melalui jalur pendakian Pasir Reungit, nama puncak pada jalur ini disebut Puncak Prabu dengan titik tertinggi 2.180 Mdpl.
Bagi saya Gunung Salak merupakan gunung yang aura dan suasana mistisnya paling terasa dibanding gunung-gunung lain yang pernah saya daki. Saya sudah pernah melakukan tiga kali pendakian ke jalur ini baik secara normal (camp) atau dengan cara tektok.
Dari ketiga pengalaman tersebut akan saya rangkum informasinya, semoga dapat memberikan gambaran bagi sobat yang akan melakukan perjalanan ke Gunung Salak melalui jalur ini.
Gunung Salak merupakan gunung berapi strato tipe A yang terletak di Provinsi Jawa Barat, persisnya berada diantara dua Kabupaten yakni Bogor dan Sukabumi. Gunung ini masuk kedalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Nama “Salak” bukan berasal dari nama buah salak, melainkan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “Salaka” yang artinya perak.
Gunung Salak juga merupakan gunung berapi kompleks yang masih aktif. Gunung ini memiliki beberapa puncak, kawah, dan aktivitas vulkanik periodik.
Puncak tertinggi Gunung Salak disebut Puncak Salak 1 atau Puncak Manik dengan ketinggian 2.211 Mdpl.
Ngomongin tentang puncak, kamu tahu gak sih bro? Ternyata Gunung Salak memiliki 12 puncak lho! Namun tidak semua puncak Gunung Salak bisa didaki oleh masyarakat umum, mengingat jalurnya yang masih tertutup dan berbahaya.
| Puncak | Nama Pada Plang | Ketinggian (MDPL) |
|---|---|---|
| 1 | Puncak 1 Manik | 2.211 |
| 2 | Puncak Prabu | 2.180 |
| 3 | Belum teridentifikasi | 2.086 |
| 4 | Belum teridentifikasi | 1.911 |
| 5 | Belum teridentifikasi | 2.059 |
| 6 | Puncak 6 Mossa | 1.799 |
| 7 | Puncak Salak 7 Fajar Kencana | 1.917 |
| 8 | Puncak 8 Benteng Merah | 2.015 |
| 9 | Puncak Benteng Hejo | 2.005 |
| 10 | Puncak Salak Impeesa | 2.060 |
| 11 | Puncak Sumbul | 1.926 |
| 12 | Puncak Keramat | 1.550 |
Dari daftar ke 12 puncak diatas, yang paling populer dan dibuka pendakiannya secara resmi adalah Salak 1 dan Salak 2. Untuk jalur pendakian Gunung Salak 2 sendiri menurut informasi yang beredar terdapat dua, yakni melalui jalur Ajisaka dan bisa juga melewati jalur Curug Nangka, Ciapus.
Simaksi Jalur Pendakian Gunung Salak via Ajisaka
Pendakian ke Gunung Salak via Ajisaka sudah menerapkan aturan pendaftaran secara online melalui situs monalisahalimunsalak.com. Kalau kamu ada rencana hiking ke Puncak 2 Gunung Salak, jangan lupa melakukan registrasi melalui website yang saya sebutkan tadi.
Biaya simaksi yang dibebankan kepada calon pendaki berkisar Rp50.000 per orang serta biaya parkir Rp10.000 apabila sobat membawa motor.
| Nama Biaya | Jumlah |
|---|---|
| Registrasi tektok/trekking harian WNI | Rp50.000 |
| Registrasi tektok/trekking harian WNA | Rp225.000 |
| Camping/kemah WNI | Rp70.000 |
| Camping/kemah WNA | Rp325.000 |
| Parkir motor di pintu rimba | Rp10.000 |
| Parkir mobil di pintu rimba | Rp30.000 |
List biaya diatas akan saya update setelah jalur pendakian ke Gunung Salak sudah resmi dibuka oleh TNGHS.
Transportasi Menuju BC atau Pos Pendakian
Alamat lengkap BC Siliwangi Adventure berada di Jl. Jagakarsa, Kec. Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610. Apabila membawa kendaraan pribadi, kamu bisa mengikuti jalur peta di Google Maps yang sudah teruji dan tepat. Patokannya adalah SMAN 1 Tamansari, karena lokasi BC dekat dengan sekolah tersebut.
Untuk menuju kesana lebih baik membawa kendaraan pribadi (motor) karena dari BC Siliwangi Adventure menuju gerbang pendakian masih terbilang jauh. Butuh waktu 15 – 20 menit berkendara roda 2 atau roda 4. Selain itu angkutan umum (angkot) yang menuju ke arah BC sangat terbatas jumlah serta waktu operasionalnya.
Namun untuk mempermudah akses transportasi, kamu bisa menggunakan jasa sewa angkot mulai dari Stasiun KRL Kota Bogor sampai ke BC Siliwangi Adventure. Setelah itu bisa juga diantar sampai ke depan Pura Parahyangan Agung Jagatkarta (titik awal trekking jika membawa mobil).
Rute dan Estimasi Waktu Pendakian Gunung Salak 2 via Ajisaka
Estimasi waktu pendakian Gunung Salak II sekitar 6-7 jam (membawa tas carrier) sampai ke Pos Ksatriya Beuheung Awi. Pos tersebut sangat saya rekomendasikan untuk mendirikan tenda ketika melakukan pendakian kesana. Berikut rincian perjalanannya:
Start Pura Jagatkarta
Titik awal perjalanan ini skenarionya jika sobat membawa mobil atau menyewa angkot yang sudah saya jelaskan sebelumnya, karena biasanya kendaraan roda 4 diparkir di depan Pura Jagatkarta.
Beda lagi apabila sobat membawa motor, kamu bisa parkir di pos pendaftaran dekat pintu rimba persisnya setelah melewati Rumah Abah Narta (rumah paling ujung).
Baca juga: Cara Booking Online Pendakian Gunung Gede Pangrango Terbaru
Anggap saja kita memulai dari depan pura. Jalur Pura Jagatkarta menuju ke pintu rimba lumayan bikin tenaga terkuras bro, jalurnya berupa aspal dan jalan beton namun terus menanjak terjal. Kalau sobat membawa kendaraan tetap harus berhati-hati ketika melewati jalanan ini.
Keberadaan pura dan bangunan-bangunan khas Hindu disekitarnya menyambut kita dengan suasana hening, dingin, dan aura-aura lain yang sulit dijelaskan. Apalagi jika pendakiannya dimulai malam hari, nyali saya agak sedikit ciut mengobservasi atau melihat-lihat ke sekeliling.
Waktu perjalanan dari Pura menghabiskan sekitar 15 – 30 menit untuk sampai ke pintu rimba.
Pintu Rimba (Pos Lapor)
Saat ini sudah dibangun basecamp atau pos lapor di dekat pintu gerbang pendakian. Selain itu, disekitar pos tersebut juga bisa digunakan sebagai area kempcer (kemping ceria).
Selain Basecamp Siliwangi Adventure yang lokasinya dibawah, basecamp di dekat pintu rimba juga bisa dijadikan opsi untuk beristirahat apabila sobat tiba malam sebelum pendakian, misalnya jumat malam dan mulai mendaki sabtu pagi.
Dari pintu rimba kamu akan melanjutkan perjalanan menuju makam petilasan yang berjarak sekitar 15 – 30 menit dengan kondisi jalan yang berbatu dan menanjak.
Makam Keramat (Petilasan)
Salah satu pos yang membuat pendakian ke gunung ini semakin memberikan aura yang mistis adalah keberadaan makam keramat yang harus dilalui oleh para pendaki. Saya belum menggali lebih lanjut mengenai informasi makam tersebut, mengenai siapa dan mengapa ada sebuah makam di hutan Gunung Salak.
Pernah suatu ketika, saya melewati makam keramat pada tengah malam sekitar pukul 01:00 WIB. Itu merupakan pengalaman pendakian pertama saya kesana bersama beberapa orang kenalan yang sekarang menjadi teman pendakian ke berbagai gunung.
Saat itu hanya saya yang gagal menyelesaikan ekspedisi sampai ke puncak karena mengalami beberapa kendala termasuk hal mistis ketika melewati makam keramat pada saat itu.
Dari makam keramat, jalur akan terus menanjak sampai ke Pos Bayangan. Waktu tempuhnya sekitar 20-30 menit.
Pos Bayangan
Pos bayangan dapat digunakan untuk beristirahat sebelum menghadapi tanjakan-tanjakan sadis berikutnya. Pos ini merupakan jejak sejarah buat saya yang dulu mencoba pertama kali tektok di jalur ini pada tengah malam, namun gagal.
Saya akhirnya mendirikan tenda di Pos Bayangan ditemani kawan (Jaka), sementara yang lain melanjutkan misi sampai ke puncak.
Dari Pos Bayangan sobat akan melanjutkan perjalanan menuju ke Pos Lapak Pakis. Ada dua versi waktu tempuh menuju ke Pos Lapak Pakis yang pernah saya lalui.
Pertama versi tektok dengan bawaan tas yang ringan, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 25-30 menit saja. Berbeda ketika membawa tas carrier dengan bawaan belasan kilogram, waktu tempuh bisa lebih lama, antara 45 sampai dengan 60 menit.
Pos Lapak Pakis
Pendakian Salak melalui jalur ini akan sangat jarang ditemui area terbuka seperti pada gunung-gunung populer lainnya. Terhitung hanya ada dua titik pos yang lokasinya terbuka salah satunya Pos Lapak Pakis.

Pos Lapak Pakis memiliki kontur tanah yang sedikit miring tapi lumayan luas untuk mendirikan beberapa tenda. Namun tidak disarankan mendirikan tenda disini karena masih jauh dari puncak.
Perjalanan dari pos ini menuju Pos Haji Solomod memakan waktu sekitar 30-60 menit dengan kondisi jalur yang rimbun dan sempit, jangan tanya berapa banyak tanjakan yang akan dilalui karena dari awal perjalanan saja sudah menanjak tanpa henti.
Selain fisik, mental juga harus siap ketika menghadapi medan Gunung Salak yang “memanjakan kaki”.
Pos Haji Solomod
Pos Haji Solomod merupakan salah satu pos yang biasa digunakan pendaki untuk mendirikan tenda sebelum summit attack esok paginya. Namun pos ini tidak terlalu luas dan jaraknya masih jauh menuju puncak, saya merekomendasikan pos berikutnya untuk dijadikan camp area sebelum muncak.

Semakin naik, kontur jalur semakin sulit apalagi jika membawa tas gunung dengan muatan penuh. Kondisi jalur Salak yang rapat memberikan tantangan yang luar biasa bagi pendaki pemula seperti saya. Namun setelah perjalanan yang ketiga kali, saya baru menyadari ini merupakan salah satu yang dirindukan dalam menikmati Salak. Agak laen emang gunung ini!
Perjalanan dari Pos Haji Solomod menuju Kesatriya Beuheung Awi membutuhkan waktu sekitar 45 – 75 menit.
Pos Kesatriya Beuheung Awi
Pos Ksatriya Beuheung Awi memiliki kontur tanah yang lumayan datar dan luas yang dapat menampung sekitar 10-15 tenda kecil. Pos ini sangat cocok dijadikan tempat peristirahatan sebelum melakukan summit attack ke Puncak Salak 7 dan Puncak 2.
Setelah Pos Kesatriya Beuheung Awi, sudah tidak ada lagi lahan yang cukup luas dan layak untuk mendirikan tenda.

Waktu tempuh dari pos ini menuju ke Puncak 7 normalnya sekitar 45 menit saja. Tapi jika pendakiannya ramai maka akan memakan waktu yang lebih lama karena ada beberapa titik jalur memanjat yang perlu bergantian. Jalur-jalur memanjat tersebut cukup memacu adrenalin dan merupakan ciri khas pada pendakian Gunung Salak via Ajisaka.
Puncak 7 Fajar Kencana
Kondisi Puncak 7 sangat sempit dengan kanan kiri jurang yang sangat dalam, oleh karena itu kamu perlu berhati-hati ketika berada disana.
Fajar Kencana merupakan spot terbaik untuk menikmati panorama Gunung Salak apabila cuaca sedang cerah. Ada beberapa pemandangan yang bisa sobat nikmati. Pertama, pemandangan hutan TNGHS yang sangat rapat diiringi sayup-sayup bunyi aliran sungai yang deras.
Kedua, sobat bisa melihat dinding bekas kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100 pada tahun 2012 silam. Ketiga, pemandangan Gunung Gede Pangrango. Dan yang terakhir pemandangan Kota Bogor dan Jurang Ciapus yang terlihat sangat dalam.
Salah satu hal yang unik dari jalur pendakian via Ajisaka, jika kamu menyelesaikan pendakian dengan lancar, kalian akan mencapai 2 puncak sekaligus yaitu Puncak Fajar Kencana dan Puncak Salak 2.

Puncak Salak 2 (Prabu 2.211 Mdpl)
Perjalanan menuju puncak tertinggi semakin sulit dan menantang, banyak tanjakan yang nyaris vertikal yang harus dilewati, salah satu yang terkenal adalah Tanjakan Wayahna. Untuk melewati tanjakan ini, para pendaki harus ekstra hati-hati dalam memilih pijakan pada batu, serta berpegangan pada tali webbing.

Oleh karena terdapat hal-hal yang sifatnya teknikal tersebut, waktu perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam dari pos sebelumnya. Kondisi puncak ini tertutup pohon-pohon kecil dan semak-semak, jadi sobat tidak bisa melihat pemandangan yang terbuka.
Demikian informasi yang dapat saya berikan, satu hal yang perlu sobat pertimbangkan ketika memilih jalur pendakian ke Salak via Ajisaka adalah medannya yang terjal.
Sobat perlu mempersiapkan fisik dan mental yang prima agar perjalanan ini aman. Karena pada hakekatnya kita semua harus kembali pulang ke rumah masing-masing dengan selamat.





kalo bawa trekking pole bakal kepake gak mas? 😀
klo saya kepake bgt pas turun, buat nahan bobot badan pas dijalur tanah yg mayan tinggi.
izin min, apakah ada mata air?
gak ada Bang, ada sumber air di makam petilasan, tapi itungannya masih dibawah lokasinya.
Rincian biaya simaksi parkir dan yang lainya brpa kak?
Sudah saya update di artikel ya
Lebih sudah dari trek Salak 1 via Cimelati kah?
lebih susah dan lebih terjal bang
kalo mau naik bisa tanpa registrasi online ya (on the spot)?
trus ada minimal jumlah orang nya ga ya, saya ada rencana naik ber2. itu dikasih ga ya izinnya? (soalny ad baca kalo daftar online, minimal 4 orang)
Kalau via Ajisaka on the spot, buat lebih memastikan jumlah minimal orangnya bisa coba hubungi kontak pengelola basecampnya terlebih dahulu. Tapi setahu saya, 2 orang masih bisa.
ada CP nya ga ya, atau saya bisa dapet kontaknya dari mana kira2?
bisa DM ke instagram mereka di https://www.instagram.com/siliwangiadventureofficial
Kalo tektok salak 2 kira² memakan waktu brp lama pergi pulang
bergantung fisik dan kondisi cuaca, wkt itu kita start jam 6 pagi, nyampe ke basecamp lagi jam 7 malam, rombongan lain ada yang sampai jam 12 malem.