Bicara mengenai porter, saya merupakan salah satu pengguna jasa mereka ketika melakukan pendakian ke beberapa gunung di Indonesia. Buat pendaki pemula seperti saya, keberadaan porter dinilai sangat membantu demi mengurangi beban bawaan di dalam tas saat mendaki gunung.
Saya jadi penasaran mengulik informasi mengenai pekerjaan ini, tentang dimana saja mereka bisa ditemui, dan berapa besaran tarif untuk menggunakan jasa tenaga angkut tersebut. Yuk simak sama-sama informasi yang sudah saya himpun mengenai porter pada artikel dibawah ini. Pastikan sobat membaca sampai akhir ya!
Porter adalah sebutan bagi seorang pekerja yang tugasnya memberikan jasa tenaga angkut barang atau bagasi di stasiun kereta, bandara, hotel, dan tempat-tempat umum lainnya. Mereka membantu membawakan barang – barang bawaan pelanggan dari satu tempat ke tempat lain.
Menjadi seorang porter membutuhkan keterampilan fisik yang mumpuni karena tak jarang mereka sering membawa banyak barang yang beratnya melebihi kapasitas.
Sejarah porter dari masa ke masa
Jika kita menarik garis waktu ke masa lalu, sejarah porter dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno, dan peran mereka telah berubah seiring waktu sejalan dengan perkembangan masyarakat, transportasi, dan kebutuhan layanan.
Berikut adalah gambaran umum dari sejarah pekerjaan sebagai porter dari masa ke masa:
- Zaman kuno
Pekerjaan membawa dan mengangkut barang sudah ada sejak zaman kuno. Di berbagai budaya, ada pekerja-pekerja yang ditugaskan untuk membantu memindahkan barang berat di dermaga, pasar, atau tempat-tempat perdagangan. Abad pertengahan dan renaisans
Dalam masyarakat feodal Eropa, sering kali ada pekerja yang disewa oleh pedagang atau pemilik tanah untuk membawa barang-barang mereka. Porta adalah istilah Latin yang berarti “pintu” atau “gerbang,” dan kata ini kemudian berkembang menjadi “porter” yang mengacu pada pekerja yang membawa barang melalui pintu atau gerbang.Era industri
Pada abad ke-19, dengan munculnya revolusi industri, peran porter menjadi semakin penting. Di pusat-pusat industri dan dermaga, mereka membantu memindahkan bahan produksi, batu bara, dan yang lainnya. Pekerjaan ini sering kali sangat berat dan memerlukan kekuatan fisik yang besar.Perkembangan transportasi
Dengan berkembangnya sistem pengangkutan seperti kereta api dan kapal uap, peran porter melibatkan pekerjaan di stasiun kereta, dermaga, dan bandara. Mereka membantu penumpang dan pelanggan mengangkut bagasi dan barang-barang mereka.Abad ke-20 dan ke-21
Dengan kemajuan teknologi dan otomatisasi, beberapa tugas porter telah digantikan oleh peralatan mekanis, seperti troli dan conveyor belt. Namun, di sektor-sektor tertentu, seperti hotel dan bandara, pekerjaan porter masih relevan, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.Pekerjaan di sektor pariwisata
Pekerjaan sebagai porter tetap penting di sektor pariwisata, di mana mereka membantu wisatawan dengan membawakan bagasi, memberikan informasi, dan memastikan kenyamanan pelanggan di hotel dan tempat-tempat wisata.
Macam-macam pekerja porter di Indonesia
Pada dasarnya semua porter sama, yakni menawarkan jasa pemindahan barang. Yang membedakan terdapat pada lokasi tempat dimana mereka beroperasi. Berikut ini jenis-jenis porter yang bisa kita temui di Indonesia:
1. Porter di Stasiun Kereta Api
Porter stasiun biasanya terdapat di stasiun-stasiun kereta yang melayani rute jarak jauh, misalnya di Stasiun Gambir yang pernah saya lihat dari ciri khas seragam porter yang mereka kenakan.
Mereka membantu membawa barang atau mengangkut bagasi, memberikan bantuan di stasiun kereta api, serta bertanggung jawab untuk memastikan barang bawaan penumpang kereta api berpindah dengan aman.
Para pekerja porter ini statusnya bukan sebagai pegawai PT KAI, mereka merupakan pekerja lepas dibawah naungan lembaga atau organisasi lain. Sehingga penghasilan porter bukan berasal dari upah gaji layaknya pegawai perusahaan. Melainkan dari upah jasa yang didapatkan dari pelanggan di stasiun.
Nah untuk tarif jasa porter di stasiun berada pada kisaran Rp20 ribu sampai dengan Rp50 ribu, bergantung banyaknya barang yang dibawa oleh porter.
2. Porter pelabuhan
Porter membantu dalam memindahkan barang dari kapal ke daratan atau sebaliknya. Tarif porter dermaga di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan peraturan yang berlaku di masing-masing tempat. Besaran biaya jasa ini bisa ditentukan oleh pihak manajemen dermaga atau serikat pekerja yang mengatur kinerja mereka.
Misalnya di Pelabuhan Larantuka, Pemerintahan Kabupaten Flores Timur menetapkan harga memakai layanan porter dikisaran Rp 35 ribu – Rp 90 ribu. Di Pelabuan Merak dan Belawan, pengguna jasa angkut ini harus merogoh kocek antara Rp 30 ribu – Rp 50 ribu demi mendapatkan jasanya.
3. Jasa porter gunung
Penggunaan porter di dunia pendakian sudah tidak asing di Indonesia bahkan di luar negeri. Kalau melihat bagaimana proses mereka bekerja, jujur saya agak merasa kasihan sekaligus takjub.
Pernah lihat tayangan video porter gunung di Himalaya? Sherpa mereka biasa dikenal. Coba sobat lihat, barang yang dibawa para sherpa banyak yang tingginya bahkan melebihi tinggi dan bobot badan mereka sendiri, gokil!
Selama proses pendakian, keberadaan porter untuk kegiatan hiking sangat besar manfaatnya buat saya. Sesuai pengalaman saya dulu ketika mendaki ke Gunung Bukit Raya selama 7 hari, kami dibantu oleh porter warga setempat dari Suku Dayak. Beban keril jadi lebih ringan karena sebagian besar perlengkapan dan logistik sudah diangkut oleh mereka.
Harga untuk penggunaan jasa tenaga porter gunung tarifnya relatif lebih mahal dibanding yang lainnya. Karena resiko dan tantangan yang dihadapi juga lebih besar. Saya coba ambil contoh harga porter di Gunung Gede Pangrango. Mereka mematok tarif dikisaran Rp 500 ribu – Rp 700 ribu untuk jasa membawakan barang milik pendaki, mendirikan tenda dan kadang ikut menemani sampai ke puncak.

4. Porter bandara
Di bandara mereka biasanya direkrut dan dikelola oleh maskapai untuk membantu baik di area check-in maupun di area kedatangan. Mereka juga dapat memberikan informasi kepada penumpang terkait dengan fasilitas di bandara.
Mulai tahun 2017, PT Angkasa Pura II menggratiskan jasa tenaga angkut barang di Bandara Soekarno-Hatta. Layanan tersebut diganti menjadi airport helper dan tidak dikenakan biaya alias gratis.
5. Porter di hotel
Nah kalau yang ini masyarakat lebih mengenal mereka dengan sebutan bellboy. Tugasnya membantu tamu dengan membawa bagasi atau koper ke kamar, memberikan informasi tentang fasilitas hotel, dan memberikan layanan pengantaran barang.

Di hotel-hotel besar biasanya mereka tidak diperbolehkan menerima uang tip dari tamu. Tapi kadang ada pula tamu yang memberikan secara diam-diam dan sukarela karena telah dibantu oleh bellboy tersebut. Yah sudah rejekinya seperti itu sob!
6. Porter di Pasar Tradisional
Di pasar tradisional, jasa tenaga angkut ini sering dijuluki dengan “kuli panggul”, mereka membantu pedagang atau pembeli dengan membawa barang-barang belanjaan bahkan sampai membantu bongkar muat barang.
Baca juga: Survival adalah Cara Berpikir, Bukan Hanya Bertahan
Apa saja manfaat memakai jasa porter?
Penggunaan jasa pekerja porter dapat memberikan berbagai manfaat bagi kamu sob, terutama ketika kita membutuhkan bantuan tenaga untuk mengangkut barang atau bagasi. Berikut beberapa manfaat yang akan sobat dapatkan ketika menggunakan jasa pekerja porter:
1. Meringankan beban ketika berpergian
Bagi sobat yang sering bepergian jauh, terutama dengan membawa banyak barang, jasa tenaga angkut ini dapat membantu mengurangi beban.
Misalnya mengangkut perlengkapan dan barang – barang kamu dari kapal ke parkiran, atau menggendong peralatan selama mendaki ke gunung agar pendakianmu semakin ringan dan nyaman.
2. Sumber informasi lokal
Porter yang beroperasi di tempat-tempat wisata atau stasiun kereta biasanya memiliki pengetahuan lokal dan dapat memberikan informasi berguna kepada sobat tentang tempat-tempat terdekat, layanan angkutan umum, tempat makan atau informasi lainnya yang mungkin sobat butuhkan.
3. Efisiensi waktu
Dengan bantuan porter, sobat dapat lebih efisien dalam memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, seperti di stasiun, bandara, atau hotel. Hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga, karena kamu tidak perlu bolak balik mengangkut bagasi atau bawaan lainnya.
Jadi, porter adalah profesi yang membantu
Di berbagai tempat dan situasi, ada orang-orang yang dengan ramah membantu kita membawa tas, dus, koper atau barang lainnya yang berat dan besar. Umumnya profesi porter sumber pendapatannya berasal dari komisi atas jasa yang ditawarkan.
Mereka selalu siap membantu di stasiun kereta, bandara, atau hotel. Mereka bukan pahlawan seperti yang kita lihat di film, namun mereka membantu kita supaya perjalanan lebih mudah dan nyaman, terutama ketika kita membawa banyak sekali barang. Mereka selalu ada untuk membantu, dan itu membuat perjalanan kita menjadi lebih mudah!





I do not know if it’s just mme or if perhaps everyone else experiencing
problems with your site. It looks like some of the written texxt oon yojr posts are running off the screen. Can somebody else please provide feedback
and let me know if this is happening to them too? This might be a problem with my internet browser because
I’ve had this happen previously. Thanks